
Jalan trans-Sulawesi putus akibat banjir di Konawe Utara. (Foto Facebook Kisran Makati).
Kendari, Inilahsultra.com – Banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan Kabupaten Konawe Utara masih terisolir hingga saat ini.
Jalan yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kecamatan Langgikima, putus total dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Humas Search And Rescue (SAR) Kendari Wahyudi mengakui itu. Menurutnya, hingga saat ini akses jalan belum bisa dilalui.
“Iya benar (masih terisolir),” ungkap Wahyudi melalui pesan WhatssAppnya, Selasa 22 Mei 2018.
Hingga pukul 17.50 WITA, sebut Wahyudi, hasil pemantauan dari tim di lapangan, debit air belum juga surut.
“Tim rescue Basarnas Kendari masih standby di posko utama Desa Polaaro Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara,” ujarnya.
Dalam penanganan dan penyelamatan warga korban banjir di Konut, Tim SAR Kendari mengirimkan 10 personel yang didukung dengan peralatan ruberboat.
Tim disebar di dua titik, yakni di Kecamatan Langgikima dan Landawe.
Menurut Wahyudi, Basarnas Kendari standby di sana untuk menjawab respon tim apabila tiba-tiba dibutuhkan oleh masyarakat Konut mengingat jarak yang lumayan jauh dari Kendari.
“Selain kondisi jalan yang tidak mulus. Basarnas Kendari berkomitmen dimanapun dan kapapun kami akan berusaha hadir manakala ada musibah maupun bencana,” tekannya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




