
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton mengelola pohon gamal menjadi bahan baku industri disambut baik para petani. Namun langkah itu diharapkan diikuti dengan harga jual yang tinggi dari investor.
Salah seorang petani di Pasarwajo La Ado mengatakan, pohon Gamal miliknya sangat banyak. Selama ini digunakan untuk pagar kebun. Makanya, dia sangat senang dengan rencana pemerintah menjadikan Gamal sebagai bahan baku industri.
Namun, kata dia, pengelolaan itu diikuti dengan harga jual yang menguntungkan bagi petani.
“Kita mau saja tanam pohon Gamal yang penting harga jualnya juga bisa menguntungkan para petani,” ujarnya.
Bayangkan saja, ujar dia, jika kebun berada di tengah hutan yang belum ada akses jalan, maka sangat menyulitkan pengangkutan hingga diantar ke pabrik.
Saat ini, untuk mengangkut batang gamal butuh tenaga. Jika pemilik kebun sudah tua maka pasti harus menyewa orang untuk mengangkut. Jika perusahaan membeli dengan harga sangat murah maka pasti petani berpikir untuk menanam Gamal.
“Kebun ke pinggir jalan itu kadang kala jaraknya jauh. Kalau harus menyewa orang lagi ini akan sangat menyulitkan petani,” tuturnya.
Hal senada dikatakan petani lainnya, Huse. Menurut dia, untuk menyediakan pohon Gamal tidak susah. Hanya saja harus dibarengi dengan harga jual yang tinggi agar tidak merugikan petani.
“Kita bisa saja mengganti tanaman pokok jadi gamal tapi harganya juga perlu tinggi agar tidak rugi,” paparnya.
Kata dia, banyak diantara para petani ynag hanya memiliki satu lahan. Jika dikorbankan untuk menanam gamal tentu harus diperhitungkan agar dapat mengganti harga tanaman pokok.
Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din




