Verifikasi BNI Lamban, Penyaluran KUR di Wakatobi Telat

Ilustrasi

Wakatobi, Inilahsultra.com – Kredit Usaha Rakyat (KUR), kerjasama Bank Negara Indonesia (BNI) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi hingga saat ini belum berjalan baik. Pasalnya, verifikasi terhadap kondisi ril UMKM di Wakatobi lamban.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Tenaga Kerja Wakatobi La Ode Boa menuding, verifikasi pihak BNI sebagai penyalur bantuan kredit UMK lamban karena disebabkan dua faktor.

“Yang pertama, BNI selaku penyalur bantuan masih berkedudukan di Baubau. Kedua, kurangnya jumlah tenaga dari BNI untuk melakukan ferivikasi lapangan terhadap kondisi ril UKM,” katanya, Senin 23 Juli 2018.

-Advertisement-

Menurut Boa, sejauh ini tugas Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja sudah sesuai. Yaitu melakukan sosialisasi, mengumpulkan berkas calon penerima bantuan, melakukan ferivikasi berkas, dan menyerahkannya ke BNI.

“Jadi semua berkas pemohon bantuan sejumlah kurang lebih 600 berkas sudah ada di BNI Baubau,” terangnya.

Boa menegaskan, program UMKM Bersinar masih memiliki berbagai pencapaian hingga Juli 2018. Yakni bantuan kredit UMKM yang sudah cair maupun sedang dalam proses sebanyak 68 orang dan penerbitan 1778 izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Selain itu, Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja telah menerbitkan 1340 NPWP Usaha Mikro Kecil, Pelatihan Kewirausahaan kepada 160 pelaku UMK serta Diklat bagi 56 orang pendampingan UMKM.

“Semua capaian tersebut, terutama penerbitan Izin Usaha Mikro, NPWP dan Diklat pendampingan UMK menurut hasil pantauan kami melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sultra dalam kurun waktu triwulan I dan II, tahun 2018 merupakan capaian tertinggi di Sulawesi Tenggara,” tutup La Ode Boa.

Reporter: La Ode Samsuddin
Editor: Din

Facebook Comments