Asisten Deputi Kemenpar RI Hadiri Festival Budaya Tua Buton

Tradisi Pekande-kandea yang dilaksanakan dalam Festival Budaya Tua Buton, Minggu 26 Agustus 2018.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Puncak pelaksanaan Festival Pesona Budaya Tua Buton digelar Minggu 26 Agustus 2018. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Wilayah Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Riki Fauziani hadir pada acara tersebut.

Selain dia, ada juga anggota DPD RI asal Sultra Waode Hamsina Bolu, Asisten Administrasi Setprov Sultra Syarifuddin Safaa, sejumlah kepala daerah di Sultra, Ketua DPR, Sekda se Sultra, Gubernur Sultra terpilih Ali Mazi.

Dalam sambutannya, Riky Fauziani mengatakan, tahun depan pelaksanaan festival akan menggunakan logo Wonderfull Indonesia. Pasalnya, even tersebut merupakan even internasional sehingga tidak menggunakan logo Pesona Indosesia.

-Advertisement-

Riky sangat berharap, para peserta Wonderfull Sail agar membantu mempromosikan Festival Budaya Tua Buton. Salah satunya dengan mempromosikan melalui media sosial masing-masing turis asing. Pasalnya, melalui promosi para wisatawan akan berkunjung.

“Memperkenalkan dan mempromosikan daerah saat ini sudah gampang. Semua orang punya handphone yang memiliki facebook dan instagram,” katanya.

Bukan hanya itu, Riky juga berharap setelah kegiatan ada sisi lain yang bisa dilakukan masyarakat. Salah satunya memotivasi masyarakat lokal untuk mengembangkan kreatifitas.

Bupati Buton La Bakry mengungkapkan, suksesnya pelaksanaan Festival Pesona Budaya Tua Buton merupakan gagasan mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun sejak lima tahun lalu. Makanya, suksesnya pelaksanaan festival tahun ini dapat dilihat dengan kunjungan wisatawan yang semakin meningkat.

“Festival ini selain mempertahankan dan mensosialisasikan nilai budaya tua yang bertahan 600 tahun lalu juga untuk kepentingan pariwisata nasional,” bebernya.

Festival Pesona Budaya Tua Buton ini telah dibuka sejak 23 Agustus 2018 lalu. Sejumlah kegiatan budaya yang diselenggaran diantaranya, tradisi Pekande-kandea 2018 talang, 200 peserta Tandaki (sunatan masal), Posuo, Pedole-dole, tenun tradisional. Selain itu ada juga lomba Kolikoli (perahu) dan pencak silat (Manca).

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Facebook Comments