
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pencalonan istri mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun, Iis Eliyanti sebagai calon Wakil Bupati Buton mendapat penolakan dari Aliansi Pemuda Penyalur Aspirasi Rakyat. Mereka menilai pencalonan itu tidak mewakili aspirasi rakyat.
Aksi unjuk rasa itu digelar di kantor DPRD dan Kantor Bupati Buton, Senin 10 September 2018 itu.
Koordinator aksi Guntur mengatakan, surat yang dikirim Bupati Buton La Bakry tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme. Pasalnya, surat Bupati Buton yang mengusulkan Wakil Bupati Buton berbenturan dengan pembahasan.
Surat usulan Bupati Buton yang mengusulkan Iis Eliyanti sebagai Wakil Bupati Buton tidak mencerminkan aspirasi rakyat Buton. Masyarakat berharap Wakil Bupati Buton berasal dari figur masyarakat dari tujuh kecamatan di Kabupaten Buton.
“Tolak Ibu Iis sebagai wakil bupati, kami tidak mau pemerintahan yang hirarki. Kami ingin munculkan figur terbaik dari Wabula-Kapontori,” katanya.
Lanjut dia, banyak figur yang lebih baik dan lebih profesional selain Iis Eliyanti. Pengusulan Iis Eliyanti sangat mengecewakan masyarakat yang ingin wakil bupati adalah putra daerah.
Dia juga menyayangkan partai koalisi yang ikut mengusung Iis Eliyanti. Padahal Ketua Partai Golkar, PAN, Demokrat, PKB, Gerindra, PBB, Nasdem dan PKPI sebagai pengusung Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakry merupakan putra daerah.
“Daerah akan hancur jika Ibu Iis yang menjadi wakil bupati. Kami berbicara atas nama rakyat Buton,” katanya.
Setelah menggelar orasi di Kantor Bupati Buton, massa kemudian bubar. Di DPRD Buton, massa tidak bertemu dengan para anggota dewan. Sementara saat menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Buton, massa hanya di terima Sekda Buton Laode Dzilfar Djafar.
Pencalonan Iis Eliyanti sebagai Wakil Bupati Buton karena jabatan itu saat ini kosong. Sebelumnya, jabatan tersebut diisi La Bakry.
Karena Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun terseret dalam kasus penyuapan mantan Ketua Mahkmah Konstitusi (MK) Akil Mohctar, maka jabatannya digantikan oleh La Bakry.
Reporter: Waode Yeni Wahdania
Editor: Din




