
Kendari, Inilahsultra.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Konawe mengungkapkan penyebab rendahnya jumlah CPNS Konawe yang lulus pada tahapan tes kompetensi dasar (TKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Dari 1.444 peserta tes CPNS yang mengikuti TKD berbasis CAT, 1433 orang dinyatakan gagal.
Artinya, hanya 11 orang diketahui lolos standar minimum ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepala BKD Konawe Elizon mengaku, persentase peserta yang lolos seleksi CPNS Konawe tahun ini, terbilang sangat rendah. Bahkan terbilang miris.
Elizon mengatakan, gugurnya para pemburu NIP saat proses seleksi berbasis CAT bukan hanya masalah
nilai ambang batas seleksi kompetensi dasar.
Melainkan aturan waktu penyelesaian soal. Elizon menuturkan , jumlah pertanyaan yang tersaji di komputer tidak imbang dengan deadline waktu diberikan untuk menjawab soal tersebut.
Selama tiga hari berturut memantau penyelenggaraan tes CPNS Konawe yang berlangsung tujuh sesi, lanjut Elizon rata-rata peserta tes mengeluhkan rentang waktu penyelesaian soal yang singkat.
“Tidak imbang, soalnya sangat banyak sementara waktu yang disediakan untuk menjawab sangat singkat. Makanya banyak sekali yang gugur karena tidak sempat menjawab soal-soal itu,” urai Elizon.
“Yang lalu-lalu tes CPNS tidak separah ini. Yang lolos sedikit sekali. Padahal passing grade relatif sama. Ya itu, banyak keluhan soal waktu,” sambungnya.
Sesuai data dirilis BKD Konawe, tahun ini kabupaten digawangi Kery s Konggoasa-Gusli T Sabara mendapat jatah 165 formasi CPNS. Sebanyak 80 seat diperuntukkan bagi tenaga guru, 62 tenaga kesehatan dan 23 tenaga teknis.
Saat rekrutmen CPNS dibuka, jumlah pendaftar mencapai 1.587 orang. Setelah melalui tahapan seleksi berkas, hanya 1.471 dinyatakan lolos berkas administrasi.
Sepanjang penyelenggaraan tes berbasis CAT mulai 2-3 November di Kendari, total 27 peserta tes asal Kabupaten Konawe absen. Praktis peserta tes bersisa 1.444 orang.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




