
Laworo, Inilahsultra.com – Salah satu warga Desa Wandoke, Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat (Mubar) Wa Ode Atisasi (49) kini harus berbaring lemah di rumahnya karena didiagnosa mengidap penyakit strok otak.
Wa Ode Atisasi adalah salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Ia bersama suaminya La Ode Pindaha sudah tiga tahun satu bulan merantau di negeri jiran.
Namun, empat bulan terakhir ini, ia sudah mulai sakit-sakitan. Karena sakit, ia terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya. Kondisi ibu lima anak ini makin parah karena minimnya penanganan medis.
Wa Ode Ridwan (46), adik kandung Wa Ode Atisasi mengatakan, kakaknya baru saja tiba dari Jakarta pada Kamis 12 Desember 2018.
Saat penjemputan di Bandara Halu Oleo, keluarga didampingi Kadisnakertrans, staf Dinkes Mubar dan Camat Tikep.
Namun, saat di bandara, tak tampak suami Atisasi. La Ode Pindaha harus tetap bertahan di Malaysia untuk mencari upah menebus biaya rumah sakit.
Di Malaysia, kata Ridwan, Pindaha bekerja sebagai buruh bangunan.
“Sewa rumah sakit yang harus dibayar itu tujuh ribu Ringgit, jika dirupiahkan sekitar Rp 30 juta” ungkap Wa Ode Ridwan, Jumat 14 Desember 2018.
“Suaminya ada di Malaysia sekarang, tidak bisa pulang sama-sama karena harus melunasi utang untuk membayar sewa rumah sakit di Malaysia,” tambahnya.
Ia menyebut, selama tiga bulan Wa Ode Atisasi sempat dirawat di Rumah Sakit Penang Malaysia. Lalu dipulangkan ke tanah air dan sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati selama dua minggu.
Karena biaya yang harus dikeluarkan cukup besar selama di ibu kota negara,
Dinkes dan Disnakertrans Mubar menjemput Wa Ode Atisasi untuk dirawat di Mubar.
Namun, tiba di Mubar, kondisinya makin parah. Dokter meminta keluarga agar segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Raha.
“Katanya dokter dari dinkes kakak saya menderita penyakit strok otak. Untuk itu dokter menganjurkan agar di rujuk di Raha. Karena untuk di Mubar belum ada dokter ahli terkait penyakitnya,” jelasnya.
Ia berharap, ada dermawan yang bisa meringankan beban mereka ini. Terlebih, beberapa anaknya masih kecil-kecil.
“Saya berharap agar pemerintah Mubar untuk membantu meringankan beban kami membayar perawatan saudara saya di Rumah Sakit Penang di Malaysia. Karena Ipar saya La Ode Pindaha masih sementara kerja di Malaysia untuk melunasi biaya rumah sakit di sana,” harapnya dengan mata berkaca-kaca.
Penulis : Muh Nur Alim




