Tiap Hari Warga Kendari Produksi 250 Ton Sampah

Salah satu tumpukan sampah di pinggir jalan di Kota Kendari. (Haerun/Inilahsultra.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari mencatat ada ratusan ton sampah dihasilkan setiap hari, mulai dari sampah organik dan anorganik.

“Berdasarkan hasil survei yang kita lakukan kurang lebih 250 ton sampah setiap hari yang diangkut oleh petugas kebersihan,” kata Kadis DLHK Kota Kendari Paminuddin di kantornya, Kamis 27 Februari 2019.

Dengan mogoknya buruh beberapa hari ini, tentunya akan menambah jumlah volume sampah di kota peraih Adipura Kencana ini.

-Advertisement-

Paminuddin memprediksi, volume sampah meningkat hingga tiga kali lipat.

“Kalau tiga hari tidak diangkut berarti ada kurang lebih 750 ton sampah yang kita hasilkan berserakan dalam Kota Kendari,” ucapnya.

Ia menyebut, volume sampah di Kota Kendari makin hari makin bertambah karena seiring dengan peningkatan pemukiman warga, penambahan jumlah penduduk, termasuk aktivitas masyarakat di dunia usaha dan industri.

“Saya belum pastikan kenaikan volume sampah saat ini tapi yang jelas pasti mengalami kenaikan. Saya belum bisa pastikan kenaikan berapa persen, jangan sampai bilang begini tapi tidak benar, nanti saya dibilangkan bohong,” katanya.

Ia menyebut, wilayah penghasil atau penyumbang sampah terbesar di Kota Kendari adalah Kecamatan Mandonga, Kadia, Wuawua, Kendari Barat dan Kendari.

“Yang paling banyak kecamatan Mandonga, Kadia, Wuawua dan Kendari Barat. Keempat wilayah ini karena merupakan sentral perekonomian kota dengan adanya pasar dan perkantoran serta toko-toko yang menjual,” jelasnya.

Banyaknya sampah ini, kata dia, tidak bisa diangkut dalam sehari mengingat keterbatasan personel.

“Kemarin saya turun lapangan dari pagi sampai sore bahkan malam juga masih banyak sampah belum diangkut di beberapa tempat dan tadi pagi petugas kita sudah mulai jalan,” katanya.

“Tapi saya yakin besok dan lusa. Saya akan tuntaskan semua sampah dan yang terpenting kita serius menjalaninya,” tambahnya.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah di kali, laut, bahu jalan, dan membuang sampah tidak tepat waktu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Jadwal kita untuk buang sampah itu mulai pukul 5 sore sampai jam 5 pagi. Tapi, masalah sampah ini tugas kami untuk menyelesaikan, dan kami terus melakukan sosialisasi lewat pemerintah setempat camat dan lurah,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments