Diduga Depresi karena Cucunya Meninggal, Nenek di Mubar Tenggak Racun

suasana duka di rumah korbab

Laworo, Inilahsultra.com – Wa Hanafia (49), alah satu warga Desa Lombu jaya, Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat (Mubar) ditemukan tergeletak di lantai dapur rumahnya dalam keadaan tidak sadar, Selasa 23 April 2019.

Tak jauh dari tempatnya tergeletak, ditemukan racun rumput yang tampak habis ditenggak oleh korban.

Karena meminum racun tersebut, mulut korban mengelurkan busa dan bibirnya berwarna biru.

-Advertisement-

Terhadap kejadian itu, Polres Muna yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Muna AKP Muh Ogen Sairi, bersama anggota Reskrim Polsek Sawerigadi langsung mendatangi dan melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Muh Ogen Sairi mengatakan, Wa Hanafia diduga meninggal karena telah meminum racun. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan saksi, Wa Iba (33) yang juga anak korban.

Dari keterangan saksi, jelas Ogen, pada Selasa 23 April 2019 sekira pukul 01.30 WITa, korban menyampaikan kepada anaknya Wa Iba bahwa dia ingin pergi buang air kecil. Kebetulan, saat itu Wa Iba tidur bersama korban.

Setelah pergi kencing di kamar mandi, korban tidak kembali lagi ke kamar. Wa Iba pun berpikir bahwa ibunya itu tidur di kamar lain.

Sekira pukul 02.00 WITa, Wa Luha (59) yang juga saudara kandung korban hendak perhi kencing di kamar mandi. Namin, tiba-tiba dirinya mendengar ada suara ngorok di bagian dapur.

Sehingga ia tidak jadi kencing dan membangunkan keponakannya dan menantunya untuk mengecek sumber suara tersebut.

“Setelah dicek di dapur ternyata almarhum Wa Hanifa sudah dalam keadaan tergeletak di lantai papan dapur dan di dekatnya terdapat botol racun rumput, dengan kondisi mulut korban mengelurkan busa dan bibir berwarna biru,” kata Ogen melalui pesan WhatsAppnya, Selasa 23 April 2019.

Mengetahui korban sudah sekarat, keluarganya membawa ke RSUD Muna Barat untuk mendapatkan pertolongan.

Namun nahas, saat tiba di RSUD, korban dinyatakan meninggal dunia.

Terhadap peristiwa ini, polisi melakukan penyelidikan penyebab kematian korban.

Rencananya, polisi hendak melakukan visum dan autopsi. Hanya saja, keluarga menolak untuk diautopsi.

“Pihak keluarga korban hanya bersedia divisum dan menolak untuk dilakukan Autopsi,” ungkapnya.

Sebagai buktinya, keluarga membuat surat pernyataan tentang penolakan dilakukan autopsi dan menyatakan meninggalnya korban hanya musibah.

“Pihak keluarga menyatakan bahwa korban mengalami depresi atas meninggalnya cucunya beberapa hari yang lalu,” pungkasnya.

Penulis : Muh Nur Alim

Facebook Comments