
Kendari, Inilahsultra.com – Dalam rangka membangun kesadaran bencana dan kesiapsiagaan bencana serta menciptakan sistem keselamatan kerja dan layanan kedaruratan, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mendeklarasikan pembentukan unit Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan serta Tanggap Bencana (K3LTB), di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UHO, Jumat 26 April 2019.
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan momen hari Kesiapsiagaan bencana nasional (HKBN).
Sosialisasi pembentukan unit K3LTB dibuka langsung Rektor UHO
Muhammad Zamrun, dihadiri oleh Pelaksana Kepala BPBD Sultra Boy Ihwansyah, Kepala Basarnas Kendari Junaedi, serta unsur pimpinan unit dan lembaga lingkup civitas akademika UHO.
Rektor UHO Muhammad Zamrun dalam sambutannya mengatakan, implementasi K3L dan sistem kedaruratan sangat diperlukan karena ancaman bahaya selalu ada, termasuk di institusi perguruan tinggi.
“Ancaman itu selalu ada di sekitar kita, jangan menunggu nanti setelah terjadi bencana, baru kita sadar pentingya implementasi K3L dan tanggap darurat itu sangat penting,” kata Zamrun.
Ia berharap, nantinya setiap gedung di UHO memiliki layanan kedaruratan.
“Misalnya jalur evakuasi, di mana titik kumpul dan dilengkapi dengan sarana hydran dan APAR,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Nur Arafah memaparkan, bahwa urgensi keberadaan unit K3L dan tanggap bencana sudah menjadi kewajiban di perguruan tinggi.
“Ini sudah sesuai perintah Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi agar perguruan tinggi di Indonesia menyiapkan sistem pelayanan kedaruratan untuk mencegah dan meminimalisir ancaman bahaya,” paparnya.
Menurut Nur Arafah, UHO sudah memiliki beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang terkait dengan sistem K3L dan tanggap bencana. Termasuk, memiliki pusat studi mitigasi bencana.
Nantinya, UKM ini dapat dihimpun melalui koordinasi teknis untuk menjadi bagian dari unit K3LTB UHO.
“Ancaman bencana di UHO adalah kebakaran dan gempa. Jadi, sangat diharapkan dukungan dari setiap unsur pimpinan unit dan lembaga agar menyiapkan sarana pendukung. Bisa saling berkoordinasi dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ancaman yang ada, segingga ancaman tersebut dapat diatasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Sultra, Boy
Ihwansyah membawakan materi tentang manajemen koordinasi tanggap darurat kebencanaan.
Sedangkan Kepala Basarnas Junaedi memaparkan materi teknis persiapan dalam penyelamatan atau evakuasi bencana dalam gedung-gedung bertingkat.
Kepala Pelaksana BPBD Sultra Boy Ihwansyah menyambut baik rencana pembentukan unit K3LTB UHO ini dan nantinya dapat menjadi bagian dalam tim koordinasi sistem kedaruratan manajemen kebencanaan di Sulawesi Tenggara.
“Nantinya, kami dari pihak BPBD dan juga Basarnas akan siap memberikan pendampingan penguatan kapasitas kepada UHO dalam rangka upaya meminimalisir kejadian bencana yang mungkin terjadi,” kata Boy Ihwansyah dalam pemaparannya.
Penulis : Haerun




