
Kendari, Inilahsultra.com – Penculikan dan pencabulan anak di bawah umur di Kota Kendari kian meresahkan.
Tercatat sudah tujuh anak menjadi korban penculikan, enam menjadi korban pencabulan dan satu anak lainnya tidak sempat dicabuli.
Rata-rata korbannya anak masih di bawah umur. Terakhir Polres Kendari menerima laporan tentang hilangnya anak saat pulang sekolah, Senin 29 April 2019, sekitar pukul 15.30 WITa.
Kapolres Kendari, AKBP Jimi Junaedi SIK menjelaskan, korban dijemput oleh seseorang yang mengaku keluarganya. Setelah pelaku berhasil meyakinkan anak tersebut, kemudian anak itu dibawa oleh pelaku menuju ke daerah Nanga-nanga.
“Di tempat itulah korban dicabuli, kita menelusuri dan mencegat ternyata pelaku mengetahui kita buntuti,” terang Jimi Junaedi saat ditemui di Polres Kendari, Senin 29 April 2019 malam tadi.
Lalu, kata dia, anggota langsung melakukan pengejaran, namun pelaku meninggalkan motor metic dipinggir jalan dan lari ke dalam hutan Nanga-nanga. Hingga malam tadi gabungan TNI Polri masih melakukan pengejaran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim 1417/Kendari dan Denpom untuk bersama-sama mengejar dan menangkap pelaku,” jelas mantan Kapolres Konawe itu.
Jika pelaku ditangkap, akan berkoordinasi dengan pihak Kodim 1417/Kendari dan POM AD untuk memastikan apakah pelaku ini oknum anggota TNI atau bukan.
“Intinya kita bersama-sama TNI dan Polri melakukan pencarian terhadap pelaku, karena sudah meresahkan masyarakat Kota Kendari dan korbannya sudah enam orang rata-rata di bawah umur,” tuturnya.
Dari enam korban tersebut, Polres Kendari sudah menerima enam laporan dari korban pertama hingga terakhir. Berdasarkan hasil visum telah terbukti adanya tindakan kekerasan persetubuhan terhadap anak.
“Kami akan menindak tegas dan terukur sesuai prosedur yang ada, tentu kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak TNI,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap anak anak. Tentu orang tua menjadi resah dengan kejadian ini, anggota akan berupaya menjaga keamanan di wilayah hukum Polres Kendari.
“Kepada orang tua dan guru agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak baik disekitar rumah maupun disekolah, jika menjemput anak alangkah baiknya dari keluarga atau orang tua dan jangan percaya siapapun karena modus pelaku ini membujuk korban bahwa dia adalah keluarganya,” tutupnya.
Penulis : Onno




