
Kendari, Inilahsultra.com – Hujan yang mengguyur Sulawesi Tenggara menyebabkan banjir dimana-mana.
Bukan hanya Kota Kendari, Kabupaten Konawe Utara (Konut) juga ikut direndam banjir.
Setidaknya, ada dua desa yang dilanda banjir paling parah. Yakni, Desa Polaro Kecamatan Langgikima, Desa Walalindu dan Desa Tapuwatu.
Humas Basarnas Kendari Wahyudi mengaku, berdasarkan laporan Wakil Bupati Konut, ketinggian air di Desa Polaaro sampai 2 meter.
“Berdasarkan laporan di atas pada pukul 05.55 WITa tim rescue Basarnas Kendari diberangkatkan menuju TKM dengan menggunakan satu unit rescue car beserta satu buah rubber boat dan perlengkapan keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR,” kata Wahyudi, Senin 3 Juni 2019.
Setelah melakukan pemantauan langsung, ternyata daerah yang dianggap paling parah diterjang banjir adalah Desa Walalindu dan Desa Tapuwatu.
Di dua desa ini, Basarnas Kendari mengevakuasi beberapa kepala keluarga. Yakni, 23 KK di Desa Walalindu dan 75 KK di Desa Tapuwatu.
“Korban dibawa ke tenda-tenda pengungsian,” jelasnya.
Ia menyebut, ketinggian air di dua desa ini antara 2 sampai 4 meter.
Selain menenggelamkan rumah warga, banjir juga memutus akses jalur transportasi yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




