Lapas Kendari Jadi Sarang Narkoba?

Hendrawan, Ketua Granat Kota Kendari

Kendari, Inilahsultra.com – Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Kendari curiga Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIa Kendari menjadi sarang narkoba.

Pasalnya, banyak pengedar narkoba yang ditangkap polisi selalu mengaku sumber barang haram tersebut diperoleh dari lapas.

“Kasus seperti ini berkali-kali. Polisi beberapa kali mengungkap jaringan lapas,” kata Ketua Granat Kota Kendari Hendrawan, Kamis 25 Juli 2019.

-Advertisement-

Kasus yang pernah menjadi isu nasional adalah ditangkapnya seorang pengedar narkoba seberat 2,7 kilogram yang mana barang tersebut disebut dikendalikan oleh salah satu narapidana di Lapas Kendari.

“Jadi, ini menandakan bahwa lapas tidak steril dari jual beli narkoba,” katanya.

Kasus terakhir yang juga menjadi sorotan Granat adalah penangkapan begal yang secara bersamaan tengah mengkonsumsi narkoba.

Oleh begal yang ditangkap polisi mengaku bahwa narkoba diperoleh dari lapas.

“Maraknya begal ini kalau ditarik benang merahnya karena menggunakan narkoba. Kemungkinan juga barang itu dari lapas,” duganya.

Ia menyebut, penegakan hukum polisi semacam tidak maksimal karena pemberantasan narkoba terjadi tidak menyeluruh.

“Artinya polisi capek bekerja tapi di lapas bebas. Padahal, lapas harusnya menjadi pembinaan bagi para bandar agar mereka sadar. Kalau jadi sarang narkoba, ini sangat mengkhawatirkan dan ini kejahatan luar biasa. Mau diharap siapa lagi agar mereka dibina. Ini sudah terjadi berkali-kali,” tuturnya.

Maraknya narkoba di Lapas, Granat mendesak Kanwil Kemenkumham untuk mencopot Kepala Lapas Klas IIa Kendari karena dinilai gagal mengantisipasi maraknya dugaan peredaran narkoba di lingkungab lapas.

“Kami juga meminta lapas untuk memberikan akses ke polisi dan BNN untuk membersihkan jaringan narkoba di lapas. Karena informasi yang kami peroleh, polisi agak kesulitan mengakses lapas,” tegasnya.

Ia juga mengaku, kasus ini akan dilaporkan ke Kemenkumham Yasona Laoly.

“Saya punya akses ke sana karena anak Menkumham adalah Sekjen KNPI, kebetulan saya juga wakil Ketua KNPI,” pungkasnya.

Sementara itu, Kalapas Klas IIa Kandari Abdul Samad mengaku, para pengedar selalu menyebut nama lapas saat ditangkap.

“Itulah para pengedar di luar, kalau ketangkap selalu mengaku memperoleh barang haram dari Lapas, padahal belum tentu benar,” katanya melalui pesan Whatsappnya.

Ia mengakui, ada kasus penangkapan yang lagi diproses oleh Polda dan BNNP Sultra. Salah satu tersangkanya adalah napi sebagai pengendali.

“Kejadiannya sekitar bulan April lalu,” ujarnya.

Jadi hasil tangkapan Polda dan BNNP Sultra itu benar? Kalapas mengaku belum bisa memastikan.

“Kami belum bisa pastikan kebenarannya, karena kasus tersebut masih sedang diproses (belum disidangkan Pengadilan),” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Koreksi : Sebelumnya ditulis narkoba diambil dari Lapas Kendari. Seharusnya, diduga dikendalikan dari salah satu penghuni Lapas Kendari. Mohon maaf atas kekeliruan penulisan. 

Facebook Comments