
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Warga Paswarwajo Kabupaten Buton keberatan dengan adanya klaim kue Gule menjadi makanan khas Wolio.
Selama ini, kue Gule menjadi ciri khas masyarakat Buton. Kue ini merupakan jajanan serupa kerupuk yang berbahan dasar ubi kayu (kaopi) yang digiling.
Sejak dulu, kue ini jadi andalan masyarakat ketika hendak keluar daerah sebagai oleh-oleh ataupun sebagai cemilan.
Salah seorang pembuat Gule Lisa mengatakan, Gule dibuat di Pasarwajo. Sejak lama menjadi industri rumahan masyarakat, namanya diambil dari bahasa daerah dan tidak berbahan daging.
“Buat gule itu sangat rumit, makanya kalau namanya digunakan menjadi Kue Wolio tentu kita yang pertama membuat Gule ini sangat keberatan,” katanya.
Dahulu, lanjut dia, kue Gule bentuknya besar dan biasanya menjadi pelengkap talang sesaji saat pernikahan.
“Bentuk dari kue Gule itu bisa mencapai 20 macam, bukan hanya seperti yang dijual. Setiap bentuknya punya makna,” katanya.
Untuk itu, jika namanya digunakan dalam kemasan daerah lain, maka masyarakat akan keberatan apalagi pembuat gule ini awalnya dari Pasarwajo.
Penulis : Wa Ode Yeni Wahdania




