
Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mewajibkan anak usia 4 sampai 6 tahun masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK) pada ajaran baru 2021/2022 pada Juli mendatang.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pengikutsertaan anak dalam PAUD atau TK merujuk Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari Nomor 57 tahun 2020 tetang Pelaksanaan Wajib PAUD Minimal Satu Tahun dan ini sangat penting sebagai bentuk persiapan sebelum masuk
jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD).
“Sudah ada aturnnya bahwa anak usia dini sebelum masuk jenjang SD itu wajib ikut PAUD atau TK minimal satu tahun. Supaya mereka siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,” kata Sulkarnain Kadir, Selasa 16 Maret 2021.
Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengatakan, aturan tersebut sudah disosialisasikan ditingkat kelurahan dan juga kepada para orang tua.
“Alhamdulillah, semua responnya sangat baik karena untuk kepentingan anak mereka dan kepentingan generasi penerus kita ke depanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Makmur mengungkapkan, hadirnya peraturan wali kota anak-anak di ibukota provinsi berusia 4 sampai 6 tahun wajib PAUD, karena akan menjadi salah satu syarat masuk SD.
“Anak usia 4 sampai 6 tahun wajib masuk PAUD atau TK. Jadi seluruh anak yang akan masuk SD wajib memiliki ijazah PAUD atau TK,” ujarnya.
Makmur menjelaskan, kebijakan tersebut bisa meningkatkan partisipasi anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan dan PAUD atau TK ini
sangat penting bagi anak sebagai pondasi dasar menghadapi perkembangan zaman.
Saat ini, pihaknya mencatat partisipasi anak di PAUD Kota Kendari hanya 45,01 persen atau hanya 8.186 anak dari 18.186 anak usia 4 sampai 6 tahun di Kota Kendari.
“Memang juga dipengaruhi masih kurangnya sarana PAUD di Kota Kendari. Saat ini kita baru punya 164 PAUD atau TK, dan kelompok bermain serta PAUD sejenis. Kemarin kita dorong program satu PAUD satu kelurahan dengan harapan seluruh anak-anak kita terakomodir untuk mendapatkan pendidikan usia dini,” tutupnya.
Penulis : Haerun




