
Para penari pada Festival Budaya Tua Buton tahun 2016 lalu saat menggelar latihan.
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Siswa yang mengikuti gerak jalan indah dan menari pada Festival Budaya Tua Buton mendapat uang saku Rp 300 ribu persiswa. Uang itu bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton.
Kadis Pendidikan Buton DR La Renda mengatakan, uang saku itu diluar dari biaya transportasi para siswa. Uang itu diserahkan kepada masing-masing sekolah.
“Yang kita siapkan Rp 300 ribu persiswa dan perkegiatan,” ujarnya.
Menurut La Renda, pihak sekolah tidak dibenarkan menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kegiatan yang diikuti para siswa. Pasalnya, dana BOS sudah memiliki porsi yang jelas.
“Untuk Festival Budaya Tua maupun lomba 17 Agustus itu sudah ada anggaran lain yang disiapkan,” tambahnya.
Menurut dia, pemerintah tidak pernah memaksakan para siswa mengikuti kegiatan festival budaya tua. Makanya, pemerintah membagi zona latihan para penari untuk memudahkan dan tidak terkesan memaksa para siswa.
“Penari ini juga kita berikan uang saku dan tidak dipaksa menari,” ujarnya.
Reporter: Nia
Editor: Herianto




