
Proyek pembangunan ruang rawat inap RSUD Buteng.
Labungkari, Inilahsultra.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dr Kariyadi membantah temuan pengurangan volume pembangunan gedung rawat inap oleh Bupati Buteng Samahuddin.
Kariyadi menyatakan, material volume sudah sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan ruang rawat inap.
“Saya sudah panggil konsultan dan pengawas untuk menganalisa masalah tersebut. Menurut mereka sudah sesuai. Nanti saya suruh buktikan dan dilampirkan apakah kesalahannya dari sini atau ditingkat pembelian barang,” ungkapnya.
Menurut Kariyadi, besi yang diliat Bupati Buteng Samahuddin merupakan besi yang belum terpasang.
“Itu memang besi yang belum terpasang. Memang dalam proyek itu ada besi 8, besi 10, dan besi 12. Namun memang kemarin ada yg terliat ada besi 10 yang ditancap. Seharusbnya untuk tiang itu menggunakan besi 12 tapi itukan belum diikat. Entah dia pasang itu untuk main-main atau bagimana, tapi memang bukan itu besinya. Mungkin tukang iseng-iseng saja,” bebernya, Selasa, 3 Oktober 2017.
Selain besi, kayu kuseng juga sudah sesuai RAB kayu kelas dua.
“Kayu kelas dua itu bisa jati. Cuma masalahnya itu kayu jati mungkin agak muda. Sekarang ini susah mencari jati yang tua. Saya sudah suruh juga konsultan pengawasnya dan konsultan perencananya itu, bikinkan analisa terkait kayunya itu,” paparnya.
Sebelumnya, Bupati Buteng Samahuddin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Buteng beberapa waktu lalu. Orang nomor satu di Buteng itu menemukan kualitas bangunan ruang rawat inap tidak sesuai standar proyek. Bahkan, volume material yang digunakan seperti ukuran kolom besi tiang penyangga dikurangi.
“Seperti ukuran kolom besi tiang penyangga yang semestinya 10 milimeter, namun saat dicek ukurannya 8 milimeter,” beber La Ramo sapaan Samahuddin.
Ssmentara temuan lainnya, balok lintang juga masih kurang dan kayu kusen dicampur antara jati dengan kayu kelas dua. Padahal seharusnya menggunakan kayu jati secara keseluruhan.
Melihat kenyataan itu, Samahuddin langsung memanggil kontraktor dan pengawas untuk memepertanyakan hal itu.
“Kenapa tiang penyangga yang ini dicampur-campur besinya, harusnya besi 12 semua. Ganti semuannya ini, kalau tidak saya suruh bongkar. Seharunya besi 12 dipasang besi 10, besi 10 dipasangkan besi 8. Saya ini orang bangunan saya tahu semua. Mendingan bilang jujur dari pada akal-akalan seperti ini,” ancamnya.
Diketahui proyek pembangunan ruang rawat inap RSUD Buteng menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,9 Miliar lebih. Dan dikerjakan PT Bangun Ekonomi Saurea.
Saat ini bangunan itu menurut dr Karyadi sudah mencapai 20-50 persen. Diperkirakan akan kelar pada bulan November 2017.
Reporter: Ari
Editor: Din




