

BURANGA/inilahsultra.com- Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan menanggapi santai tuduhan Aliansi Buton Utara Lintas Pemuda dan Rakyat (Abu Lapar) saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Butur, Jumat (3/3/2017). Orang nomor satu di Butur ini menilai, tudingan yang dilontarkan segelintir masyarakat Butur itu hanyalah fitnah.
Bahkan, pria berkacamata ini mengaku tidak akan menanggapi terlalu berlebihan dan bereaksi terlalu dini. Meskipun secara pribadi, Abu Hasan kecewa dengan tudingan itu.
“Tentu saya tidak akan menanggapi terlalu berlebihan, bereaksi terlalu dini dengan aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik pendemo, walaupun kecewa karena itu fitnah,” kata Abu Hasan ketika diwawancarai di rujabnya, Sabtu (4/3/2017).
Saat melakukan aksi unjuk rasa, massa Abu Lapar menuding kepemimpinan Abu Hasan kerap kali membuat gaduh di kalangan masyarakat. Disamping itu, proses lelang jabatan juga beraroma pungutan liar (pungli).
Mantan Kabiro Humas Pemprov Sultra ini tetap tidak terjebak dengan suasana kebatinan yang emosional, mengedepankan karakter dalam menyikapi setiap situasi.
“Paling penting, saya tidak akan terpengaruh dengan isu-isu seperti ini. Saya fokus bekerja untuk rakyat, bekerja dengan rakyat, bekerja untuk rakyat secara menyeleruh terutama kepada sektor-sektor dimana rakyat kita bekerja yakni sektor pertanian dan perikanan,” tegasnya.
Abu Hasan menegaskan, aspirasi yang disampaikan pendemo kepada DPRD Butur pasti ditindak lanjuti. Makanya dia menunggu tindak lanjut tersebut. Sejauh apa mutu tindak lanjut dewan, dipastikan punya kosekuensi, apakah itu kosekuensi sosial maupun secara hukum.
“Setelah menerima secara resmi akan melakukan kajian dan telaah secara hati-hati, secara rasional, secara objektif dan koprehensif,” pungkasnya. (R)




