
Labungkari, Inilahsultra.com – Hampir setahun Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tidak membuka pelayanan maksimal kepada masyarakat. Hal itu disebabkan jaringan listrik belum sampai ke gedung RSUD.
Direktur RSUD Buteng dr Karyadi mengatakan, RSUD sudah menjalin kerja sama dengan PLN Rayon Mawasangka. Makanya, sejak tanggal 1 Maret 2018 listrik dengan daya 131.000 VA itu mengalir di RSUD yang berlokasi di Kecamatan GU.
Karyadi mengungkapkan, adanya aliran listrik itu maka seluruh alat-alat yang dimiliki rumah sakit akan segera di uji coba.
“Kita tinggal menunggu teknisi yang dari Jakarta untuk mengetes uji fungsi alat-alat laboratorium yang membutuhkan daya besar,” ungkap Karyadi, Selasa 13 Maret 2018.
Menurut dia, jika seluruh alat tersebut sudah diuji coba maka rumah sakit akan membuka pelayanan maksimal. Sehingga diperkirakan akan mulai berjalan maksimal pada April 2018 mendatang.
Karyadi menambahkan, selain aliran listrik, persoalan lain yang dihadapi rumah sakit saat ini adalah air bersih. Makanya, pada tahun ini dianggarkan untuk pengadaan air bersih.
Beroperasinya rumah sakit, lanjut Karyadi, akan mengurangi jumlah pasien yang akan di rujuk ke rumah sakit di Kota Baubau. Apalagi, rumah sakit yang ada saat ini sudah bisa memberikan pelayanan kesehatan anak dan penyakit dalam.
“Saat ini kita sudah mengupayakan 5 dokter ahli. Pelayanan dasar seperti penyakit dalam, penyakit anak, kebidanan, bedah dan anastesi kita akan upayakan,” tuturnya.
Kepala PLN Rayon Mawasangka M Yusron Affandi mengatakan, percepatan pembangunan jaringan listrik RSUD Buteng dilakukan untuk mendukung pelayanan rumah sakit. Sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal.
“Proses pemancangan tiang sejak akhir Januari 2018. Lamanya pekerjaan 27 hari kerja sejak RSUD Buteng melakukan pembayaran biaya pemasangan (BP). Sementara untuk daya terpasang 131 KVA,” singkatnya melalui via WhatsApp.
Reporter: Anto
Editor: Din




