
Salah satu tamu undangan Rahmat Apiti memprotes karena tidak bisa masuk dalam ruangan debat paslon
Kendari, Inilahsultra.com – Debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sultra, Kamis 5 April 2018, diwarnai sedikit insiden.
Puluhan tamu tertumpuk di pintu masuk ruang debat di Hotel Clarion Kendari. Pada akhirnya mereka berdebat dengan aparat yang menghalau masuk.
Oleh aparat, kondisi ruangan sudah terlalu padat. Sebab, panitia dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra hanya menyiapkan undangan 1000 orang. Untuk masing-masing calon timnya dijatah 100 orang.
“Tidak bisa masuk, sudah ful,” ungkap salah seorang aparat di pintu masuk ruang debat.
Selain tamu undangan, awak media juga kebanyakan tertahan di pintu masuk. Begitu pula staf KPU turut dihalangi masuk.
Salah seorang tamu undangan La Ode Rahmat Apiti protes dengan teriak-teriak di area lobi hotel.
Ia menilai, penataan tamu undangan oleh KPU tidak profesional. Padahal, hampir semua yang datang adalah memiliki undangan.
“Kalau sudah ful di dalam, kenapa memberikan undangan lebih. Kita sudah capek capek datang, ternyata tidak bisa juga masuk,” protesnya.
Protes Rahmat ini sempat ditenangkan oleh seorang pejabat di KPU Sultra. Aparat kepolisian turut menenangkan Rahmat.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Aso
Koreksi redaksi: Sebelumnya ditulis mengamuk dan diganti dengan mengajukan protes karena tamu undangan tidak bisa masuk dalam ruangan debat paslon.




