
Kendari, Inilahsultra.com – Helikopter jenis cooper milik perusahaan tambang PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali Sulawesi Tengah, mengalami kecelakaan, terjatuh di area perusahaan, Jumat 20 April 2018.
Satu pekerja yang berada di lokasi dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar baling-baling helikopter.
Humas Search And Rescue (SAR) Kendari Wahyudi mengaku, peristiwa nahas ini terjadi sekira pukul 09.35 WITA.
Helikopter type Bell 429 dengan nomor registrasi PK-WSX ini mulai lepas landas dari helipad PT IMIP di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali sekira pukul 09.25 WITA.
Rencananya, akan tiba di Kendari pada pukul 10.10 WITA.
Namun, baru 10 menit mengudara helikopter mengalami gangguan dan pilot terpaksa kembali ke helipad. Sekitar jarak 100 meter di udara, heli yang memuat delapan awak itu langsung terjatuh.
“Heli jatuh pada koordinat 02 49′ 23″5S – 122 09′ 59″4E. Pada pukul 10.30 WITA Tim Rescue Pos Siaga SAR Sorowako yang masih di bawah Basarnas Kendari diberangkatkan menuju lokasi,” ungkap Wahyudi, Jumat 20 April 2018.
Helikopter milik operator White Sky ini dioperasikan oleh Capten Rudi A dan Co Pilot Daliati Gulo. Memuat enam penumpang yang keseluruhan merupakan pekerja Tiongkok. Yakni, Mr Xi Laiwang, Mr Guan Kejiang, Mr Yang Xun, Mr Zhao Yipu, Mr Du Yifei dan Mr Du Gui.
“Kondisi mereka ada yang luka ringan dan luka berat,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Media Relation PT IMIP Dedi Kurniawan saat dihubungi melalui telepon selulernya mengaku, helikopter itu akan berangkat menuju Bandar Udara Halu Oleo Kendari.
Namun, baru tujuh menit mengudara tepat sudah berada di atas laut, tetiba berbalik ke helipad.
“Berjarak sekitar 100-an meter dari pendaratan, tiba-tiba heli jatuh,” katanya.
Ia mengaku, dari delapan penumpang yang ada dalam helikopter, empat mengalami luka ringan dan dua lainnya trauma.
“Satu korban meninggal kebetulan berada di lokasi kejadian,” katanya.
Dedi belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Mereka masih menunggu investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Ia menjelaskan, Helikopter tersebut membawa 8 orang, diantaranya 6 penumpang dan 2 orang pilot dan kopilot. 4 orang cedera ringan, 2 orang lainnya syok. Sementara satu korban yang kebetulan berada di lokasi jatuhnya helikopter dinyatakan meninggal dunia.
Dedi Kurniawan belum bisa memberikan penjelasan terkait penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi pihak KNKT untuk menyelidiki kasus tersebut.
Seluruh korban luka telah dievakuasi di klinik PT IMIP. Sedangkan korban meninggal masih sementara diidentifikasi.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




