
Kendari, Inilahsultra.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra dan TNI, melakukan tes urine secara dadakan di tempat karoke dan tempat hiburan malam (THM) di Kota Kendari.
Hasilnya, delapan orang pengunjung positif narkoba.
Semua pengunjung dan karyawan di tempat karaoke dan diskotik itu, tak luput dari pemeriksaan polisi. Bahkan, ada salah satu pengunjung di tempat karaoke kedapatan membawa jarum suntik yang disimpan di bagasi motornya.
Delapan orang yang positif menggunakan metamfetamin dan mmfetamin serta salah satunya pengunjung yang pemiliki jarum suntik langsung digelandang di Mako Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Wakil Direktur Reserse Narkoba, Polda Sultra, AKBP La Ode Aries El Fathar mengatakan, Ditresnarkoba Polda Sultra dan BNNP Sultra serta TNI selalu bersama-sama melakukan tugas rutin ini, dalam rangka melindungi masyarakat dari penyakit penyalagunaan narkoba.
“Kita melakukan kegiatan ini, untuk melindungi masyarakat dari narkoba. Biasanya di akhir tahun suatu euforia yang biasa dilakukan oleh masyarakat,” terang Aries saat ditemui usai tes urine, Minggu 23 Desember 2018, dini hari.
Menurutnya, razia narkoba dan tes urine secara dadakan bukan untuk meresahkan masyarakat, tetapi bertujuan untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba terutama peredaran narkoba.
“Ada di enam THM yang kami lakukan tes urine, mulai dari pengunjung hingga karyawan THM ikut tes urinenya” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, ada delapan orang terindikasi narkoba. Delapan pengunjung yang terindikasi terdiri dari enam orang laki-laki dan dua orang perempuan. Jika terbukti, kata dia, akan diproses secara hukum yang berlaku.
“Kita akan proses, tetapi ada mekanisme yang harus dilakukan. Seperti yang tertuang dalam undang-undang narkotika pasal 103, apakah mereka ini sebagai korban penyalagunaan atau sebagai bagian dari jaringan peredaran,” tuturnya.
Mantan Kapolres Kolaka Utara itu melanjutkan, dalam pemeriksaan nanti, akan dilihat sejauh mana narkoba yang digunakan. Karena Kepolisian dan BNNP selalu bekerja sama untuk menelusuri eksistensi para tersangka.
Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman




