KPK Kumpulkan Bupati dan Wali Kota di Sultra, Bupati Kolaka Tak Hadir

suasana rapat koordinasi KPK bersama seluruh kepala daerah di Sultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengunjungi Sulawesi Tenggara, Rabu 24 April 2019.

Kedatangan lembaga antirasuah ini dalam rangka rapat koordinasi dengan Gubernur Sultra beserta bupati dan wali kota di Sultra.

Namun, dari 17 kepala daerah, hanya Bupati Kolaka Ahmad Sjafei yang tak terljhat dalam pertemuan di Kantor Gubernur Sultra itu.

-Advertisement-

Bupati diwakili oleh  Muh Jayadin. Ketidakhadiran Bupati Kolaka ini lantas dipertanyakan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsuphah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adlinsyah Malik Nasution.

Menurut Jayadin, Ahmad Safei dikabarkan sakit sehingga tidak bisa hadir dalam rapat koordinasi ini.

Terhadap penjelasan itu, Adlinsyah meminta agar Bupati Kolaka segera berobat agar bisa hadir.

“Sakit apa pak? Kalau sakit batuk atau deman, banyak obat, ada panadol dan lainnya,” kata Adlinsyah.

Untuk memastikan bahwa Bupati Kolaka sakit, pria yang akrab disapa Coky ini meminta Jayadin menyerahkan nomor handphone Bupati Kolaka.

“Saya mau dengar suaranya pak bupati apa benar sakit,” ujarnya.

Ia mengaku, harusnya kepala daerah menghargai acara ini. Sebab kegiatan ini sangat penting dalam membangun iklim pemerintahan yang baik tanpa korupsi.

“Kami hargai kegiatan ini, maka hargai juga kami,” tegasnya.

Rakor ini dibahas banyak hal, termasuk soal pengadaan barang dan jasa yang kerap menjerat kepala daerah dalam pusaran suap korupsi.

Menurut Adlinsyah, kepala daerah harus hati-hati dalam pengelolaan anggaran daerah. Sebab, ada saja peluang terjadinya korupsi di sektor ini.

Selain menghadirkan bagian bidang pencegahan KPK, lembaga antirasuah ini ikut memboyong beberapa penyidik untuk menjelaskan berbagai prilaku korupsi yang ditangani KPK, khususnya melibatkan kepala daerah dan PNS.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments