Wabup Konawe : 9 Ribu Warga Terancam Jatuh Miskin Akibat Banjir

Kery Syaiful Konggoasa-Gusli Topan Sabara

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara mengaku, sekitar 9 ribu warga di daerahnya terancam jatuh miskin akibat banjir yang melanda daerah itu.

“Ada potensi 9 ribu warga miskin jika pemerintah pusat dan provinsi tidak lakukan percepatan mengantisipasi dampak banjir ini,” kata Gusli saat ditemui di Kantor BPK RI Perwakilan Sultra, Senin 1 Juli 2019.

Ancaman kemiskinan ini, kata dia, bukan tanpa alasan. Sebanyak 9.033 hektare sawah siap panen ditenggelamkan banjir.

-Advertisement-

“Ini karena gagal panen,” tekannya.

Ia menyebut, Kabupaten Konawe harusnya menjadi daerah terparah akibat banjir bulan lalu.

Sebab, dari 29 kecamatan yang ada di Konawe, sebanyak 25 kecamatan terendam banjir.

“Harusnya Konawe terparah (dibanding Konawe Utara),” jelasnya.

Akibat bencana itu, untuk sementara hitungan kerugian hampir Rp 1 triliun. Di sektor persawahan saja, kerugian mencapai Rp 540 miliar. Belum lagi lain-lainnya.

“Ternak ada 2.300 sapi. Unggas ada 70 ribu ekor,” sebutnya.

Tak hanya itu, banjir juga membuat dua kecamatan di Konawe masih terisolir. Yakni, Routa dan Latoma.

“Untuk Wonggeduku, Wonggeduku Barat dan Pondidaha yang terdampak parah 9 ribu hektare (sawah) tenggelam,” ujarnya.

Enggan Cari Penyebab Banjir

Sejumlah pihak menyebut, banjir yang terjadi di Konawe dan Konawe Utara diakibatkan oleh aktivitas pertambangan dan perkebunan.

Hanya saja, Pemkab Konawe tidak ingin menjelaskan secara detil penyebab banjir ini. Ia hanya menyebut, curah hujan yang tinggi jadi faktor utamanya.

Menurut Gusli, di Konawe tidak ada aktivitas tambang seperti yang disebutkan aktivis lingkungan.

“Kalau kira tidak ada aktivitas tambang. Yang ada izinnya sekarang di provinsi,” katanya.

Ia mengaku, Pemkab Konawe tidak ingin mencari sumber banjir yang melanda Konawe.

“Kalau kita, bukan cari penyebab, tapi cari solusinya,” jelasnya.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan bendungan di empat daerah.

Yakni, Pelosika, Ameororo 2, Anggaberi dan Walay.

“Kalau dibangun empat bendungan ini, maka Konawe akan bebas dari banjir,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments