
Raha, Inilahsultra.com- Puluhan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Muna melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Muna, Selasa, 2 Mei 2017. Mereka tergabung dalam HMI Cabang Muna maupun Ikatan Alumni Akper Pemda Muna ini menuntut agar oknum yang melarang mahasiswa melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ditindak.
Siti Marhani, salah satu mahasiswa yang sedang melakukan PKL di Puskesmas Waara ini didepan Bupati Muna Rusman Emba meminta agar haknya sebagai mahasiswa tidak diganggu.
Saat ini, oknum pada Dinas Kesehatan Muna mengirimkan surat peninjauan kembali pelaksanaan PKL. Tetapi justru yang terjadi memberhentikan para mahasiswa yang sedang melakukan PKL di Puskesmas Watoputeh, Lasalepa, Waara, Lohia, dan Mabolu.
“Kami tidak diperbolehkan oleh dinas kesehatan untuk praktik. Kami tidak ingin hak kami untuk belajar diganggu. Kalau ada masalah intelnal Akper biarlah diselesaikan sebab bukan ranah kami (mahasiswa),” jelasnya.
Bupati Muna, LM. Rusman Emba yang menerima para pendemo menegaskan, tidak ada intimidasi terhadapa mahasiswa yang melakukan PKL di beberapa Puskesmas.
“Tidak ada oknum yang melarang para mahasiswa untuk melakukan PKL. Tetap lanjutkan PKL-nya namun saja dalam melaksanakan PKL tentu yayasan tempat bernaung harus melalui beberapa mekanisme yang ada dengan berkoordinasi maupun konsultasi dengan Dinas Kesehatan Muna,” jelasnya.
Menurut Rusman, terjadi perubahan regulasi peralihan perguruan tinggi kesehatan milik pemda berdasarkan surat Dikti.
“Proses masih tertunda, belum berjalan sebagaimana mestinya. Sekarang kita mengikuti aturan yang ada. Surat dari Dikti ada kesalahan penyerahan aset yang dilakukan oleh direktur Akper yang lama. Makanya sampai harus menunggu proses itu dengan tetap berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Hal itu tidak dilakukan direktur lama,” katanya.
Ia berharap agar mahasiswa tetap fokus belajar. Mahasiswa tidak perlu terlibat dalam urusan politik.
“Perlu diketahui di Akper Pemda Muna tidak ada dualisme kepemimpinan, yang disahkan sebagai direktur adalah La Ode Ondo,” ungkapnya.
Reporter: Iman
Editor: Rido




