Dituntut Sukseskan Pilkada Butur, Berikut Nama-nama Anggota Panwascam yang Dilantik

Ketua Bawaslu Butur, Hazamuddin melantik 16 anggota Panwascam pada Pilkada Butur 2020 mendatang. Pelantikan itu berlangsung di Swiss Belhotel, Senin, 23 Desember 2019.

Kendari, Inilahsultra.com– Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buton Utara (Butur), Hazamuddin melantik sebanyak 16 anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Butur tahun 2020. Pelantikan itu berlangsung di Swiss BelHotel Kendari, Senin, 23 Desember 2019.

Puluhan anggota pengawas pemilu bakal bertugas di enam kecamatan Se-Butur. Setiap kecamatan terdiri dari tiga anggota Panwascam.

Pengambilan sumpah anggota Panwascam itu berdasarkan SK Ketua Bawaslu Butur Nomor 07/K/SG-05/HK.01.01/XII/2019.

-Advertisement-

Ketua Bawaslu Butur, Hazamuddin dalam pengambilan sumpah tersebut yang diikuti seluruh anggota Panwascam menekankan, agar seluruh petugas pengawas tingkat kecamatan menjalani tugas dengan penuh keikhlasan dan penuh kejujuran berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagaimana berpedoman dengan Pancasila dan UUD 1945.

Hazamuddin berharap para anggota Panwascam yang dilantik dalam menjalankan tugas dan wewenang dengan sungguh, jujur adil (Jurdil) dan cermat.

“Demi suksesnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buton Utara dan tegaknya demokrasi keadilan,” tegas Echi, panggilan akrab Hazamuddin.

Selain itu, Echi mengimbau dalam melakukan aktivitas sebagai Panwascam, agar mengutamakan kepentingan negara RI daripada kepentingan pribadi atau golongan.

“Saya percaya bahwa saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semogah Allah SWT memberikan rahmat kepada kita semua,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, usai proses pelantikan seluruh anggota Panwascam dari 7 kabupaten Se-Sultra, Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu memberikan sambutan agar seluruh panwascam yang baru disumpah untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Ia menyebut, salah satu tantangan panwascam ke depan adalah pengawasan money politic.

Berdasarkan evaluasi Pemilu 2019, pencegahan politik uang belum maksimal.

“Kita susah mendapatkan itu, tetapi banyak cerita di luar sana dari kawan-kawan yang sudah duduk di DPRD atau yang tidak duduk bercerita ke kita, pak ketua saya habiskan ratusan juta ikut pemilu,” ungkap Hamiruddin.

Menurutnya, dengan banyaknya cerita di masyarakat soal money politic namun di sisi lain rendahnya penindakan bawaslu, maka ada strategi yang belum tepat dilakukan.

“Tentu ini dipengaruhi geografis serta sosial dan budaya masyarakat kita,” jelasnya.

Bawaslu Sultra, lanjut Hamiruddin, sudah memetakan daerah rawan konflik termasuk money politic. Untuk itu, ia mengingatkan kepada panwascam yang baru dilantik untuk melakukan identifikasi potensi kecurangan money politic hingga pelibatan ASN.

“Pada pemilihan 2020, hampir semua inkumben mendaftar dan potensi kerawanan sudah kelihatan salah satunya memanfaatkan fasilitas pemerintah, pelibataj ASN dan perangkat desa hingga RT,” bebernya.

Mengenai pelibatan ASN, Hamiruddin menyebut, pada Pemilu 2019 lalu, ada 89 ASN yang diproses Bawaslu Sultra beserta jajarannya.

“Pada pilkada 2018, pemilihan gubernur dan tiga daerah, jumlah ASN yang diproses 284 orang,” bebernya.

Dari data itu, bisa ditarik simpulan bahwa pelibatan ASN akan lebih banyak terjadi di pilkada dibanding pemilu.

“Untuk itu, kami mendorong para pihak untuk ikut serta melakukan pengawasan. Kemudian, pengawas pemilu harus bisa menegakkan keadilan pemilu,” tekannya.

Hamiruddin menyebut, bila keadilan pemilu tidak bisa dilakukan, maka prasangka akan semakin banyak kepada lembaga Bawaslu. Tidak menutup kemungkinan, panwascam yang baru disumpah, akan disumpah kembali oleh masyarakat.

Ia juga menyerukan agar pengawas pemilu tidak mudah diiming-imingi uang dan jabatan untuk memuluskan terjadinya pelanggaran.

“Kalau itu terjadi, maka kami sampaikan wasalam. DKPP menanti kita. Kalau sudah dipecat, jangan mimpi menjadi penyelenggara pemilu seumur hidup,” katanya.

“Kami berharap seluruh Panwascam untuk menjunjung tinggi integritas, kalau ada hal yang belum dipahami konsultasi dengan Bawaslu kabupaten. Integritas menjadi catatan kita bersama,” pungkasnya.

Berikut 16 Anggota Panwascam Butur yang Dilantik :

I. Kecamatan Kulisusu

1. Ardin
2. Happy Kurniati S
3. Anshar

II. Kecamatan Kulisusu Utara

1. Zakaria
2. Ismail
3. Amiruddin

III. Kecamatan Kulisusu Barat

1. La Ode Sukamrin
2. Rudini
3. Akbar Nasmun

IV. Kecamatan Bonegunu

1. Saras Eka Parwati
2. Armin
3. LM Subhan Al Mran

V. Kecamatan Kambowa
1. Ermudin
2. Baiduri
3. Peni Saputra

VI. Kecamatan Wakorumba
1. Inal
2. Harsal
3. Muslihin.

Penulis : Aso, Pandi

 

Facebook Comments