Tiga Kasus Menonjol 2019 Ditangani Polda Sultra

Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam saat menyampaikan rilis akhir tahun. (Onno)

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus menonjol tahun 2019 yang ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni perkelahian kelompok masyarakat  yang melibatkan Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton.

Dalam press release akhir tahun 2019, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam membeberkan, kasus penonjol pertama yaitu perkelahian masyarakat Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya pada Selasa, 4-5 Juni 2019

“Kedua perkelahian masyarakat Desa Wadiabero dan Desa Tolandona, Kabupaten Buton Tengah, Rabu 26 November 2019,” ucap Merdisyam dalam paparannya di Aula Dachara Polda Sultra.

-Advertisement-

Selain itu, perkelahian masyarakat Desa Roko-roko, Sukarela Jaya dan karyawan PT GKP di Kabupaten Konawe Kepulauan atau Wawonii. Kamis, 23 Agustus 2019.

“Perkelahian masyarakat Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, jumlah korban meninggal dunia 2 orang, luka 9 orang, 788 warga mengungsi. Kerugian materil 90 bagunan rusak, mobil dan 7 motor rusak,” sambungnya.

Sedangkan, perkelahian masyarakat Desa Wadiabero dan Desa Tolandona, korban meninggal dunia 1 orang, 1 luka berat. Kerugian materil 7 unit rumah terbakar.

“Sementara perkelahian Roko-roko, Sukarela Jaya dan karyawan PT GKP. Korban disandra 10 orang, kerugian materil 18 alat berat disegel,” ujarnya.

Antisipasi tidak terjadi lagi, Kepolisian mengambil langkah dan upaya serta dibeckup personil Polda Sultra melakukan olah TKP dan mengindentifikasi pelaku melibatkan dua unsur TNI dan Pemda serta unsur lainnya.

“Kirin trauma healing dalam proses Rekonsiliasi dan mediasi,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Facebook Comments