
Buranga, Inilahsultra.com- Kontingen Kabupaten Buton Utara (Butur) menampilkan tari tradisional saat pawai Taaruf Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Sultra ke XXIV di Kota Kendari, Senin (13/3/2017). Tari tradisional yang ditampilkan adalah Kompania.
Kabag Protokol Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Butur, Sadeking melalui Kasubag Protokoler Hamsil mengatakan, atraksi tari yang ditampilkan menurut catatan sejarah merupakan atraksi kemenangan. Atraksi itu dimainkan para prajurit pengawal Raja Kulisusu.
Tari tersebut dibagi dua regu yaitu regu Kancuancua dan regu Kampani dipimpin oleh seorang Lotunani. Sebagai panglima memegang pandanga atau gala bermata dua.
Kemudian seorang alfarisi pemegang bendera merah disusul dengan delapan saragenti dan dua orang albahadri sebagai pemegang tambur dan tongkat. Sedangkan marindu disusul dengan pemegang kantau atau perisai dan pemegang karanda atau tombak.
“Jenis atraksi ini memperlihatkan pertunjukan kagala-gala, welesomba (menari menggunakan tombak) wele ompudu (menari gaya pendek semacam jurus silat) wele cuncu (silat semua gaya), dan sejumlah pertunjukan gaya lainnya,” ungkap Hamsil.
Di Butur, jelas Hamsil, atraksi tradisional ini hanya bisa dipertunjukan dua kali dalam setahun. Saat hari raya Idulfitri dan hari raya Iduladha.
“Hal itu menunjukan bahwa ajaran Islam di Butur sudah menyatu padu dengan budaya masyarakat lokal. Inilah yang mengilhami tampilnya tarian ini yang juga sangat sesuai dengan visi misi Bupati Abu Hasan dan Ramadio mewujudkan masyarakat Butur yang aman berbudaya dan religius,” jelasnya.
Rombongan kafila Kabupaten Butur, jelas Hamsil dipimpin Bupati Butur Abu Hasan. Sementara pimpinan barisan peserta pawai STQ dipimpin Wakil Bupati Ramadio, didampingi ketua Badan Kontak Majelis Talim (BKMT) Sitti Rabia Abu Hasan, Hasriati Ramadio, Ketua Dharma Wanita Persatuan Butur Hasnawati Basdah Baharudin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dra Muliana Herman. (R)




