Mahasiswa menggelar aksi pengumpulan koin sebagai bentuk keprihatinan atas sikap Pj Bupati Bombana Sitti Saleha yang tidak menyediakan anggaran untuk pelaksanaan PSU.
Kendari, Inilahsultra.com – Minimnya anggaran disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) tujuh TPS, memantik mahasiswa untuk mengumpulkan koin.
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa Bombana Peduli Pilkada memajang spanduk yang bertuliskan koin untuk PSU Pilkada Bombana.
Koordinator aksi, Sul Harjan mengaku, pengumpulan koin sebagai wujud kritikan terhadap Pemkab Bombana yang enggan menyiapkan anggaran PSU. Padahal, pemerintah telah diwajibkan untuk menyiapkan anggaran.
“Ini bentuk partisipasi kami mahasiswa Bombana. Kami sangat prihatin dengan Pj Bupati Bombana yang tidak menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan PSU,” ungkap Sul di Lapangan MTQ Kendari, Jumat, 26 Mei 2017.
Dia menilai, Pj Bupati Bombana Sitti Saleha mengabaikan kepentingan lebih besar dalam mensukseskan Pilkada Bombana.
“Makanya, kalau tidak ada anggaran, maka kita kumpulkan koin agar bisa meringankan beban pemda,” jelasnya.
Sul mengaku mengetahui perjalanan penganggaran PSU Pilkada Bombana. Sehari sebelumnya, anggaran telah dibahas oleh semua pihak.
Keputusan rapat itu, sebut Sul, KPU Bombana mendapatkan Rp 1,2 miliar, Panwas Rp 600 juta, kepolisian Rp 300 juta dan TNI Rp 100 juta.
“Sudah diporsikan semua. Tapi, nanti pada saat penandatanganan NPHD, Pj tidak mau dan hanya menyiapkan total anggaran Rp 1 miliar,” tuturnya.
“Untuk itu, bila Pemkab Bombana tidak mampu, maka kita bantu lewat koin saja,” pungkasnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din




