Nur Alam Titip Salam untuk Asrun Sekaligus Kritikan

Gubernur Sultra Nur Alam usai rapat bersama rombongan Komisi V DPR RI di Aula Pemprov Sultra, Senin, 29 Mei 2017.

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Nur Alam menitip salam kepada Wali Kota Kendari Asrun melalui beberapa anggota Komisi V DPR RI.

Beberapa anggota Komisi V DPR RI, salah satunya Ridwan Bae menggelar kunjungan kerja di Sultra mengenai penanganan masalah banjir di Kota Kendari.

-Advertisement-

Usai mengunjungi beberapa titik yang pernah terkena dampak banjir, anggota DPR RI menggelar pertemuan dengan Gubernur Sultra Nur Alam.

Dalam pertemuan itu, Nur Alam meminta kesediaan wakil rakyat untuk bisa berbuka bersama dengan dirinya. Namun, permintaan Nur Alam ini tidak disanggupi oleh ketua rombongan Komisi V DPR RI Michelle Watimena.
Politikus Partai Demokrat ini mengaku sudah lebih dulu menerima ajakan Wali Kota Kendari Asrun. Karena terlambat, Nur Alam hanya menitip salam buat Asrun.

“Saya kirim salam saja kalau buka puasa di sana. Tapi, harusnya dibedakan antara Kota Kendari dan Pemerintah Kota Kendari,” ungkap Nur Alam berkelakar.

Dia mengaku, dalam penanganan masalah sosial, seorang teknokrat kadang berpikir pragmatis. Tidak perlu turun langsung bertemu masyarakatnya, tetapi cukup menyelesaikan masalah.

“Tapi, sebagai seorang pemimpin dibutuhkan pada saat rakyat prihatin. Selama banjir, saya tidak pernah lihat ‘biji matanya’ Wali Kota Kendari. Ini ada media, tidak apa ditulis,” ungkap Nur Alam.

Menurut dia, banyak kegagalan dan kejadian bencana karena banyak yang tidak taat hukum.

“Kita hanya mengatakan menegakan hukum tapi kita juga yang melanggar hukum. Kenapa sampai banjir terjadi, karena tidak taat hukum menggunakan ruang publik yang baik,” paparnya.

Nur Alam menyebut, banyak masyarakat yang jelas melanggar hukum malah dibiarkan. Pelanggaran hukum yang dilakukan erat kaitannya dengan fenomena banjir yang selama ini terjadi di kota lulo.

“Salah satu contoh adanya sertifikat di atas laut. Saya pernah sampaikan kepada pak presiden, di Sultra itu yang ada adalah sertifikat berdiri di atas laut,” tuturnya.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din

Facebook Comments