Dinas Bina Marga Siapkan Alat Berat di Jalur Rawan Mudik

Rapat koordinasi untuk mengantisipasi arus mudik lebaran 2017.

Kendari, Inilahsultra.com – Dinas Bina Marga Provinsi Sultra menyiapkan alat berat di beberapa titik rawan jalur mudik maupun arus balik lebaran.

Kepala Dinas Bina Marga Rundu Belu Hasan mengaku, di setiap titik rawan akan ditempatkan satu alat berat. Khusus di wilayah daratan, alat berat yang disiapkan adalah milik Dinas PU Sultra dan Bina Marga.

-Advertisement-

“Seperti kemarin di Morosi, kami berupaya bergabung termasuk alat dari dinas kita kirim ke sana. Buton dan Muna masih andalkan alat berat mitra kerja kita,” ungkapnya, Senin, 12 Juni 2017.

Khusus jalur Konawe-Konawe Utara, Rundu mengaku perbaikan jalan menjadi kewenangan Kementerian PU. Namun, Dinas Bina Marga Sultra ikut turun tangan dengan menurunkan alat beratnya.

“Kondisi cuaca sehingga tidak maksimal bekerja baik paket kontrak maupun pemeliharaan rutin. Kalau cuaca baik mulai bekerja,” jelasnya.

Menurut dia, yang turut menghambat pekerjaan di sana sehingga mengakibatkan tanah labil adalah aktivitas kendaraan beban berat milik perusahaan. Dia meminta, selain kendaraan truk pengangkut logistik, maka harus dilarang lewat di jalur itu.

“Kami minta kendaraan non logistik untuk dihentikan dulu disana karena ikut merusak kondisi jalan,” paparnya.

Sejauh ini, kata dia, jalan nasional di Sultra memiliki panjang 1.400 kilometer dan jalan provinsi sepanjang 1.009 kilometer.

Untuk jalan nasional, kondisi jalan yang mantap 90 persen. Sedangkan jalan provinsi hanya 70 persen. Ada beberapa jalan yang menjadi kewenangan kabupaten atau kota dinaikan statusnya menjadi jalan provinsi

“Karena ada perubahan struktur jalan dari yang kewenangan kabupaten atau kota ditarik ke kita. Sehingga, kemantapan jalan provinsi masih 70 persen,” tuturnya.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto

Facebook Comments