
Seorang pedagang melampiaskan amarahnya usai Satpol PP membongkar paksa lapak gorengannya, Kamis, 6 Juni 2017.
Kendari, Inilahsultra.com – Seorang pedagang gorengan bernama Arifin dianiaya puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari hingga kepalanya berlumuran darah, Kamis, 6 Juli 2017.
Lebih ironisnya, Arifin dikeroyok di depan anaknya.
Pengoroyokan terhadap Arifin terjadi saat puluhan Satpol PP hendak menertibkan lapak gorengannya di Jalan Sorumba Kecamatan Kadia Kota Kendari.
Dia sempat meminta kepada petugas agar dirinya yang membongkar sendiri lapaknya.
“Tapi malahan saya dikeroyok, ditendang dan dipukul pakai rotan. Saya tidak melawan pak,” ungkap Arifin sembari meringis kesakitan.
Melihat prilaku beberapa polisi penegak perda itu, sebagian masyarakat pengguna jalan berhenti dan meminta Pol PP untuk menghentikan kekerasannya terhadap Arifin.
Bukannya menghentikan aksinya, beberapa Satpol PP balik menantang warga yang menegurnya.
“Bapak diam saja. Kamu tidak tahu apa-apa. Dia itu bawa parang,” ungkap salah seorang petugas Pol PP.
Memang, pada saat itu, Arifin sedang memegang sebilah parang. Namun, senjata tajam itu akan digunakannya untuk membongkar lapaknya sendiri. Di saat bersamaan, Pol PP datang dan hendak meratakan lapaknya.
“Parang itu untuk membersihkan lahan tempat menjual,” ungkap salah seorang kerabat Arifin.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto




