
Sampah plastik
Kendari, Inilahsultra.com – Sampah plastik yang biasa ditemukan berserakan, ternyata sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan peradaban di bumi.
Akademisi Universitas Halu Oleo Kendari Safril Kasim mengaku, sampah plastik bisa memberikan efek besar pada pemanasan global.
Efek rumah kaca yang beberapa dekade santer diperbincangkan, salah satu penyebabnya adalah sampah plastik.
Menurut Safril, sampah plastik mengandung gas metan yang bisa mencemari udara.
“Ini mengandung gas cemaran dan bisa meningkatkan tingginya suhu udara di bumi,” ungkap Safril Kasim saat bincang-bincang dengan jurnalis Inilahsultra.com beberapa waktu lalu.
Safril menjelaskan, gas metan ini muncul saat sampah plastik dibakar. Dengan aktivitas pembakaran ini, bisa memicu pencemaran udara dan pemanasan suhu udara. Untuk itu, dia menyarankan agar sampah plastik tidak dibakar.
“Kontribusi pembakaran sampah plastik ini sangat besar bagi peningkatan panas bumi akibat tingginya karbon monoksida,” paparnya.
“Baiknya, sampah tidak dibakar tapi dibawa ke tempat pengolahan sampah plastik,” tambahnya.
Meski belum melewati ambang batas suhu udara, tapi kecenderungan karbon monoksida semakin tinggi. Hal ini bisa dirasakan pada perubahan suhu bumi di berbagai daerah.
“Misalnya, suhu pada malam hari semakin panas. Di daerah pedesaan juga sudah mulai panas suhu udaranya bila dibandingkan dengan beberapa tahun belakangan,” katanya.
Dia menganalogikan, dampak dari pencemaran udara akibat dari pembakaran sampah plastik ini seperti manusia sedang berada dalam sebuah ruangan tertutup dengan dinding kaca. Udara tidak bisa mengurangi karbon yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik tersebut.
“Ini salah satu bentuk jebakan gas rumah kaca, kalau naik di atmosfer akan kembali ke daratan dan pasti kita akan rasakan panas,” paparnya.
Bukan hanya udara, sampah plastik juga akan mencemari tanah bila dibenamkan. Menurut dia, sampah plastik ini tidak bisa diurai oleh mikroorganisme. Akibatnya, berdampak pada tingkat kesuburan tanah.
Selain itu, sampah plastik juga bisa mencemari air. Kandungan karbon yang ada di dalam plastik, bisa membuat biota yang hidup di air cepat mati.
“Jadi sampah plastik ini sangat berbahaya bagi kehidupan manusia bila tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.
Rencana pemerintah dengan plastik berbayar beberapa waktu lalu dinilai Safril sangat tepat. Hal itu untuk mengurangi penggunaan sampah plastik rumah tangga.
Di India, kata dia, kampanye pengurangan penggunaan sampah plastik sudah dilaksanakan.
“Ibu-ibu di India sudah sadar kalau ke mal tidak perlu terus menggunakan kantong plastik. Memang harus ada gerakan mengurangi kantong plastik. Kantong palstik berbayar salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” tuturnya.
Reporter : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Rido




