Terlilit Utang, Oknum PNS Muna Atur Skenario Perampokan

Sukyati Suharta dilarikan ke rumah sakit usai mengalami perampokan beberapa waktu lalu.


Kendari, Inilahsultra.com – Kabar perampokan terhadap Sukyati Suharta (36), seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna, sempat menghebohkan publik di Kabupaten Muna.

Namun, skenario yang dibuatnya akhirnya terbongkar. Dia menjadi aktor utama dalam drama palsu tersebut. Sukiyati mengakui bahwa dirinya sedang akting, seakan-akan telah dirampok.

-Advertisement-

Padahal, dia ingin mengelabui depkolektor bahwa dirinya sedang terlilit utang.

Kapolres Muna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agung Ramos Paritongan Sinaga mengaku, Sukyati sudah mengakui bahwa isu perampokan hanya skenario.

Awalnya, kata dia, Sukyati mengaku kepada media bahwa telah menjadi korban perampokan. Padahal, informasi itu tidak benar.

“Nanti biarkan masyarakat yang nilai,” ungkapnya di Polda Sultra, Senin, 7 Agustus 2017.

Menurut Agung, sejak awal kasus ini sudah janggal. Namun, pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut.

Dia menyebut, Sukyati telah terlilit utang sehingga dia menyutradarai telah dirampok.

“Dia sudah terlilit utang dan beberapa orang sudah menagih,” sebutnya.

Polisi, lanjut Agung, tidak akan memproses Sukyati. Begitu juga dua orang yang disebut telah melakukan perampokan terhadap Sukyati.

“Karena situasi masih shok. Saat kita tanya dia masih sakit. Untuk pelakunya (dua orang) belum diperiksa,” tuturnya.

Diberitakan, Sukyati telah menjadi korban perampokan di siang bolong. Akibatnya, uang Rp 185 juta raib dibawa kabur perampok.

Warga Jalan Bunga Kamboja Kelurahan Wamponiki Kecamatan Katobu Kabupaten Muna ini, digasak perampok di dalam mobilnya.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekira pukul 14.25 Wita, Rabu, 2 Agustus 2017 di depan kantor Kejaksaan Negeri Raha Jalan MH Tamrin.

Tapi ternyata, kasus ini hanya skenario saja untuk menutupi jejak utang yang mencapai ratusan juta.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto

Facebook Comments