Facebook Instagram Twitter
  • POLITIK
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • PEMERINTAHAN
  • OPINI
  • SEJARAH DAN BUDAYA
  • ADVETORIAL
    • IKLAN
    • INILAH BISNIS
Cari
27 Januari 2026
  • PROFIL INILAHSULTRA.COM
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Facebook Instagram Twitter
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
INILAHSULTRA.COM
  • POLITIK
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKONOMI
  • PENDIDIKAN
  • PEMERINTAHAN
  • OPINI
  • SEJARAH DAN BUDAYA
  • ADVETORIAL
    • IKLAN
    • INILAH BISNIS
Beranda FIGUR Sejak Dulu Sampai Sekarang, Ibu Saddil Tak Punya Rumah Sendiri
  • FIGUR
  • PENDIDIKAN

Sejak Dulu Sampai Sekarang, Ibu Saddil Tak Punya Rumah Sendiri

23 Agustus 2017
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Telegram
LINE

    Wa Ode Dai, ibu Saddil Ramdani 

    Kendari, Inilahsultra.com – Barangkali, kalimat perempuan tangguh pantas disematkan kepada Wa Ode Dai. Tanpa rumah pribadi, mampu membesarkan dan mendidik keempat anaknya hingga saat ini.

    Wa Ode Dai adalah tulang rusuk yang terpaksa menjadi tulang punggung

    -Advertisement-
    Baca Juga:
    • Vale Goes to School di Kolaka, PT Vale Tanamkan…
    • BPK Sultra Tanamkan Kesadaran Awasi Uang Negara Sejak Dini
    • Monianse Inginkan BLK Baubau Punya Karakter Unggul

    Untuk berlindung dari dinginnya malam dan teriknya matahari, mereka terpaksa harus menumpang di rumah keluarganya. Sejak menikah, hingga anaknya menjadi pesepakbola nasional.

    Wa Ode Dai menikah pada medio 1995 silam. Hingga sekarang, mereka masih tinggal menumpang di rumah keluarganya.

    Dai tak punya uang untuk membangun rumah. Pernah mendirikan pondok-pondok, tapi akhirnya minggat setelah mahligai pernikahannya berujung di meja hijau. Itu lah satu-satunya rumah yang dibangun dari tangan mereka. Selebihnya, menumpang.

    Di Kendari, saat dirinya selesai menikah, dirinya tinggal bersama suami dan empat anaknya di rumah jabatan guru di Jalan Jati Kelurahan Wuawua Kota Kendari.

    Begitu pula di Buton saat dirinya honor di sana, tempat tinggalnya di indekos.

    Pindah dari Buton lalu ke Kendari lagi. Lalu ke Muna dan di kampung suaminya di Barangka.

    Di sini, mereka tetap menginap di rumah keluarganya.

    “Kita pernah tinggal di depan SMP Matakidi,” kenang Wa Ode Dai.

    Tidak nyaman di Barangka, mereka kembali lagi ke Bonea. Tetap saja, mereka masih teta tinggal di rumah yang bukan miliknya.

    Mendirikan pondok-pondok di tengah kebun di Bonea bersama suami dan empat anaknya.

    Namun, karena ada masalah dengan suaminya (cerai), Dai terpaksa memboyong keempat anaknya di sebuah sekolah di SD Roda Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.

    Dengan cekatan, Dai menata satu ruangan sekolah menyerupai rumah. Walaupun hanya sekadar pinjam.

    Alasannya, hanya ingin melindungi keempat buah hatinya dari hujan dan terik.

    Di sini, cukup lama dia tinggal. Hampir sekitar empat tahunan, setelah itu pindah kembali ke Kendari.

    “Di sana, (Muna) saya tidak mau tinggal di rumah keluarga. Saya tidak mau dibicarakan sama keluarga,” imbuhnya.

    Di Muna, dia tidak nyaman. Kerasnya “politik” dalam proses rekruitmen putranya dalam skuad LPI Muna, membuatnya hengkang kembali di Kendari.

    Sepindahnya di Kendari, kondisinya tetap sama. Mereka masih menginap di rumah keluarga hingga kini.

    Meskipun Saddil sudah menjadi pemain profesional hingga namanya menggaung di timnas, pendapatannya belum cukup untuk dibangunkan rumah.

    “Belum cukup. Mahal bangun rumah,” katanya.

    Dai mengaku, sejak awal tak ada keluarga yang respek terhadap kondisinya. Untuk itu, dia lebih selektif memilih tempat menumpang.

    Di Kendari, hingga saat ini, Dai menginap di rumah mantan iparnya (mantan istri familinya), di Jalan Mekar Indah, Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari.

    “Biar keluarga, kalau tidak nyaman juga kan tidak enak,” ujarnya.

    Setiap Saddil balik ke Kendari, selalunya kumpul di rumah keluarga. Bukan di rumah sendiri.

    Kini Dai sudah berusia kepala 5, atau kelahiran 1967 silam. Dia sudah tidak kuat lagi bekerja.

    Titik harapannya ada pada Saddil. Di tengah karir putranya yang makin bersinar, terbesit harapan dari Wa Ode Dai untuk bisa memiliki rumah hasil jerih payah anak keduanya itu.

    “Saya jngin punya rumah sendiri juga. Supaya kalau saya meninggal di rumah sendiri,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

    Di setiap sujudnya, Dai terus mendoakan anak kebanggannya itu sehat dan sukses. Dia juga berharap, putranya tetap menganut filosofi padi, makin tua makin menunduk.

    “Doa saya, Saddil tetap sehat dan tidak sombong. Biarkan kehidupan lalu itu adalah ujian. Semoga kehidupan ke depan akan lebih baik,” harapnya.

    Dai mengaku, sudah banyak menikmati hasil keringat putranya. Selama memperkuat tim nasional Indonesia dan Persela Lamongan, sekitar Rp 100 juta diterimanya dari Saddil.

    Tapi, uang itu bukan untuk bangun rumah. Semua digunakan untuk bayar utang, belikan motor untuk adiknya, bayar kuliah kakaknya dan membangun warung untuk persiapan masa tuanya.

    “Saya sedang bangun warung dj depan. Saya sudah dilarang Saddil bekerja sejak akhir 2016 lalu. Tapi, baru saya putuskan berhenti bekerja dj bulan ini,” ujarnya.

    Sebelum dilarang bekerja oleh Saddil, Dai selama inj mencari rejeki sebagai kuli bangunan, tukang cuci dan mencabut rumput.

    Namun, pekerjaan itu sudah tidak pantas lagi dilakoninya di usia yang mulai senja.

    Kini, Saddil tumpuan Wa Ode Dai. Menggantikan dirinya yang bertahun-tahun menjadi tulang punggung dan kepala keluarga. (Habis) 

    Penulis : La Ode Pandi Sartiman

    Facebook Comments

    • TOPIK
    • Ibu Saddil Wa Ode Dai
    • Persela Lamongan
    • Saddil Ramdani
    • Timnas Indonesia
    Facebook
    Twitter
    WhatsApp
    Email
    Telegram
    LINE
      Berita SebelumnyaJanji Manis Para Calon Gubernur Sultra di Konvensi Demokrat
      Berita BerikutnyaUHO Kendari Masuk Urutan 35 Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia
      ADMIN

      BERITA TERKINI

      PT MRM Daihatsu Baubau Perkuat Layanan Purnajual Suku Cadang dan Servis

      17 Januari 2026
      Baubau, Inilahsultar.com - Hadirnya dialer baru PT Makassar Raya Motor (MRM) menjadi bagian komitmen Daihatsu Cabang Baubau memperluas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan...

      10 Calon Ketua DPC Hanura di Wilayah Kepton Ikut Fit and Proper Test

      17 Januari 2026
      Baubau, Inilahsultra.com - Sebanyak 10 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit...

      Usai Dilantik Wali Kota Baubau, La Ode Darussalam Fokus Tata OPD

      14 Januari 2026
      Baubau, Inilahsultra.com – Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim melantik La Ode Darussalam sebagai Sekda Kota Baubau di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau,...

      GMM Desak Wali Kota Baubau Copot Dua Kepala OPD

      6 Januari 2026
      Baubau, Inilahsultra.com – Gerakan Masyarakat Menggugat (GMM) mendesak Wali Kota Baubau H Yusran Fahim segera mebentuk tim investigasi dan pemberhentian dua kepala Organisasi Perangkat...

      Hendak Mengambil Sabu di Sekitar Markas TNI, Empat Warga Baubau Langsung Diamankan

      5 Januari 2026
      Baubau, Inilahsultra.com - Personel Yonif TP 823/Raja Wakaaka mengamankan warga Kota Baubau yang diduga hendak mengambil paket Narkoba jenis sabu, Sabtu 3 Januari 2026. Penangkapan...

      WWW.INILAHSULTRA.COM

       

      Phone: 0852 7078 3945

      Phone: 0813 4165 3992

      ARSIP BERITA

      PT. INILAHSULTRA GRUP

      Connect With Us

       

      Copyrights@2017

      All Right Reserved.

      • PROFIL INILAHSULTRA.COM
      • REDAKSI
      • PEDOMAN MEDIA SIBER
      ©