Diduga Pelayanan RSUD Muna Buruk, Bayi Meninggal Dalam Kandungan

Bayi yang diduga korban kelalaian pihak tenaga medis saat proses persalinan di RSUD Muna.

Raha, Inilahsultra.com – Pelayanan RSUD Muna, Sulawesi Tenggara, kembali disorot, setelah sesosok bayi meninggal saat proses persalinan. Reni (32), sang ibu, tak kuasa menyaksikan buah hatinya lahir tak bernyawa melalui proses persalinan yang dianggap tak lazim.

Reni yang merupakan warga Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, masuk RSUD Muna pada Jumat siang 8 September 2017, setelah mendapat rujukan dari bidan desa.

-Advertisement-

Namun, istri dari Unyil tersebut nanti mendapat penanganan medis pada keesokan harinya. “Nanti besoknya, sekitar jam 8 pagi baru mendapatkan penanganan. Itupun karena sudah banyak keluarga yang datang di rumah sakit,” cerita Machdin, keluarga korban, saat ditemui di kediaman korban, Senin 11 September 2017.

Padahal, sebelumnya, kata Machdin, ketuban sang ibu sudah pecah. Hanya saja, perawat yang bertugas saat itu, atas nama bidan Asra, menyatakan bahwa belum waktunya untuk melahirkan.

“Alasan lain, mereka masih menunggu dokter sehingga belum diambil tindakan,” tutur Machdin.

Waktu berjalan. Pada malam harinya, kata Machdin, sekitar pukul 19.00 Wita, bidan Asra menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, bayi yang dikandung Reni sudah tidak memiliki denyut jantung dan tidak bergerak-gerak lagi.

Praktis, keluarga panik. Seketika itu juga, Reni langusung dibawa ke ruang operasi. Setelah beberapa menit di dalam ruangan, tiba-tiba dokter keluar menyuruh pihak keluarga untuk membeli obat di luar rumah sakit seharga Rp 1.900.000.

Anehnya, kata Machdin, obat yang dianjurkan untuk dibeli hanya ada di apotek dokter tersebut.

Sayangnya, uang melayang, nyawa bayi tak bisa diselamatkan. “Pas setelah operasi, keluarlah dokter, katanya bayi tidak bernyawa lagi,” katanya.

Apa hendak dikata, Tuhan berkehendak lain. Maka pulanglah pasien dan keluarga bersama jasad bayi tak berdosa tersebut.

“Tiba di rumah, bayi terlihat ada tanda-tanda tergores pada bebarapa bagian tubuhnya. Kita tidak paham, apa yang telah dilakukan oleh dokter terhadap anak itu, sampai ada goresan di badannya,” katanya.

Karena itu, Machdin, atas restu kedua orang tua bayi akan memperkarakan masalah tersebut. Keluarga menduga, ada kelalaian pihak rumah sakit sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa sang bayi.

Sementara, saat dikonfirmasi pada pihak RSUD Muna yang menangani Ibu Reni tidak berada di tempat. Selain itu, teman-teman bidan tersebut tidak memberikan keterangan atas tindakan dugaan kelalaian teman seprofesinya.

“Kalau mau konfirmasi terkait permasalah pelayanan, nanti berhubungan dulu dengan pelayanan, semua ada prosedural, masalah kelahiran bayi yang meningkatkan kami tidak bisa memberikan komentar,” kata salah bidan yang bertugas di ruang jaga yang tidak ingin dipublikasikan namanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Muna dr Agus Susanto, yang ingin dikonfirmasi terkait hal ini tidak berada di tempat.

Penulis: Iman
Editor  : Jumaddin Arif

Facebook Comments