
Ketua PKS Konawe, Ngadiman, saat memberikan orasi politiknya dalam sebuah kegiatan.
Kendari, Inilahsultra.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak ngotot mengusung kadernya pada perebutan kursi 01 di Pilkada Konawe, Sulawesi Tenggara. Padahal, partai besutan Anis Matta ini masuk dalam jajaran parpol dengan perolehan kursi cukup besar di DPRD Konawe.
Dengan kekuatan tiga kursi dan basis massa PKS yang dikenal militan, partai berlambang padi dan bulan sabit kembar itu justru memilih bermain aman. Parpol ini hanya memberi peluang 02 pada salah satu kadernya yang mendaftar pada penjaringan Cabup/Cawabup Konawe.
Ditanya alasan PKS tak ngotot mendorong kader di Pilbup Konawe, Ketua DPD PKS Konawe, Ngadiman memberi jawaban.
“Memang bagus posisi PKS, tapi kita lihat realitas dan persaingan. Survey juga. Bagaimana di Konawe kandidat-kandidat yang maju. Kita hanya maju hanya untuk wakil saja,” ujar Ngadiman.
Ia menambahkan, PKS belum mempunyai kader mumpuni untuk diorbit dan diadu dengan beberapa kandidat bupati.
Ketimbang memaksakan diri dan akhirnya kalah, partai ini memilih memberi peluang itu pada kader parpol lain yang memiliki potensi menang telak di Pilkada Konawe.
Pada penjaringan lalu, hanya satu kader PKS yang mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati Konawe yakni Ahmad Sunarko.
Namun begitu, pengurus DPW PKS Sultra itu mesti bersaing dengan tokoh lain yang mendaftar posisi 02 Konawe di PKS. Mereka adalah Ketua DPC PAN Konawe, Gusli Topan Sabara, Ketua DPC PBB Konawe, H Alaudin, dan Kader PDIP Konawe, Murni Tombili.
Adapun kandidat cabup yang berpeluang memakai kendaraan PKS di Pilkada Konawe, kata Ngadiman adalah Bupati S Konggoasa, Kery S Konggoasa, Ketua Gerindra Konawe, Wahyu Ade Pratama, Irawan Laliasa, AJP, Sekjen PDIP Sultra, Litanto dan Rahmatullah.
Saat ini, kata Ngadiman, PKS tengah mengerucutkan pilihan siapa pasangan Cabup/Cawabup Konawe layak mendapat rekomendasi di pentas Pilkada Konawe.
Penulis: Siti Marlina
Editor : Jumaddin Arif




