
Kendari, Inilahsultra.com – Genderang pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Sultra telah ditabuh sejak sebulan lalu.
Para kandidat mulai menebarkan pengaruhnya menarik simpati pemilik suara di pemilihan nanti.
Setidaknya, ada tiga calon yang telah mendaftar, yakni, Urip Prasal Labamba, Hamka, dan Sucianti Saenong.
Namun, BPP HIPMI hanya mengeluarkan satu nama yang memenuhi syarat, yakni Hamka. Urip sendiri masih dibahas di BPP. Sedangkan Sucianti dinyatakan gugur.
Bagi kubu Urip, calon yang mereka dukung ini sudah pasti lolos. Sebab, secara administrasi kekaderan, Urip merupakan mantan pengurus di tingkat provinsi dan menjadi Ketua BPC HIPMI Kolaka Timur.
“Kami yakin, Urip lolos,” kata Tim pemenangan Urip, La Ode Rahmat Apiti, Jumat 17 November 2017.
Menurut dia, bila Urip memimpin organisasi ini, ke depan akan menjadi fasilitator bagi pengusaha muda.
“Pengusaha kaum muda harus diberi ruang untuk berwiraswasta namun terkendala pada akses kebijkan baik di level pemerintah maupun perbankan,” kata Rahmat.
Salah satu terobosan yang dicanangkan di level kabupaten atau kota misalnya, harus ada kebijakan afirmatif untuk pengusaha muda.
“Misalnya akses permodalan, HIMPI bersama pemerintah daerah akan mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda. Kita akan komunikasikan dengan berbagai stakeholder agar pengusaha muda lokal diberi ruang khusus,” jelasnya.
Dengan terbukanya akses tersebut, maka HIMPI akan melahirkan banyak lapangan kerja.
“HIPMI harus meluruskan naiwaitunya. Selama ini HIPMI hanya dimanfaatkan segelintir kelompok, ke depan HIPMI menjadi rumah bersama pengusaha muda,” ujarnya.
Dia berharap, pada pemilihan nanti HIPMI kabupaten atau kota tidak salah memilih calon, terlebih kepada colon yang liar berdomisili di Sultra.
“Banyak pemuda yang punya semangat berwirausaha, namun akses ke pemerintah dan perbankan tidak ada. Melalui HIPMI bisa menjembatani masalah tersebut. HIPMI harus menjadi rumah bersama untuk mengembangkan kemampuan wirausaha,” tuturnya.
Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif




