Pasarwajo, Inilahsultra.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kabupaten Buton jangka menengah tahun 2017-2022 digelar Rabu 20 Desember 2017. Musrembang kali ini lebih fokus melanjutkan visi misi pembangunan sebelumnya, salah satunya menuntaskan kemiskinan.
“Prioritas Musrembang merupakan kelanjutan dari pemerintahan kemarin. Slogan kita lanjutkan, artinya penajaman dari prioritas kemarin yang belum tuntas,” ujar Plt Bupati Buton La Bakry usai membuka Musrembang di Aula Kantor Bupati Buton, Rabu 20 Desember 2017.
Menurut La Bakry, penajaman visi misi akan dilaksanakan program yang belum tuntas baik infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, dan peningkatan kesejahteraan. Tekanan peningkatan kesejahteraan akan lebih fokua pada pengentasan kemiskinan didaerah yang menurut data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) turun.
“Kalau dari data BPS jumlah kemiskinan menurun hanya saja jumlahnya tinggi. Kalaupun menurun tetap saja jumlahnya banyak,” tandas La Bakry.
Untuk perekonomian, lanjut dia, memproyeksikan untuk mengejar paling tidak sama dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berkisat 5-6 persen. Beberapa faktor pendorong adalah produksi aspal dan pengembangan pariwisata.
Menurut La Bakry, sektor swasta belum terlalu banyak berperan dalam pembangunan daerah. Namun peran swasta dalam mendorong produksi aspal kedepannya diharap menjadi sektor penggerak.
“Semua daerah punya satu sektor yang jadi primadona. Kita harapkan aspal jadi salah satu sektor penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.
La Bakry menjelaskan, masalah yang dihadapi dalam mendorong produksi aspal terletak pada regulasi. Hingga saat ini belum ada suplai, poduksi atau pasokan ke daerah lain. Padahal banyak daerah yang sudah memesan aspal. Makanya perusahaan pemilik izin usaha pertambangan (IUP) untuk melakukan produksi.
“Yang kita dorong aspal, hanya itu bisnis yang jadi leading sektor. Makanya aspal Buton digenjot. Selain pada sektor perikanan dengan bisnis kawasan perikanan terpadu di Kamaru, pariwisata juga terus dikembangkan,” urainya.
Reporter: Nia
Editor: Din




