
Labungkari, Inilahsultra.com – Dua kelompok massa yang mengatasnamakan Himpunan Pelajar Pemuda Mahasiswa Metere (HIPPMMET) dan Aliansi Pemuda Masyarakat dan Mahasiswa Kabupaten Buton Tengah nyaris adu otot saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Buton Tengah (Buteng), Senin 26 Februari 2018.
Sifat yang tidak pantas dipertontonkan di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) karena HIPPMMET yang tengah menyuarakan dugaan penyalagunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang berada di Desa Metere
HIPPMMET yang sudah berorasi sekitar 15 menit, namun massa aksi yang berjumlah hingga 20 orang itu tiba-tiba muncul dengan menggunakan sound sistem (Pengeras Suara) mendekati massa aksi HIPPMMET. Kedua massa tersebut beradu argumen dibawah teriknya matahari yang memanasi para demonstran.
Tidak berselang lama salah satu massa dari Aliansi Himpunan Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Buteng menarik baju salah satu orator dari HIPPMMET yang tengah berada diatas mobil. Demi mengamankan masa aksi anggota Polsek Lakudo dan gabungan satuan Polisi Pamong Praja melerai massa tersebut.
Selanjutnya ketika HIPPMMET hendak menuju kantor Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Buteng, massa aksi lainnya hendak mencegat dan memukuli mobil pick up HIPPMMET agar tidak melanjutkan aksinya ke DPRD Buteng
Melihat kedua masa tidak kondusif pada akhirnya Kapolsek Lakudo Iptu Hartoni kemudian mengambil langkah untuk mengamankan kedua massa aksi tersebut.
“Kita langsung bubarkan untuk menghindari adu jotos berlanjut. Massa HIPPMMET kita pulangkan ke Desa Metere dan massa satunya kita bubarkan ke tempat lain,” ungkapnya.
Selain itu, pria dua balok dipundaknya itu berharap agar tidak adalagi persoalan yang menganggu stabilitas keamanan daerah khusunya di Buton Tengah
Sementara, Sayahlan korlap Aliansi Pemuda Masyarakat Buteng mengatakan, pemerintah Buteng butuh ketenangan dalam mengelolah penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Adapun kalau persoalan pengawasan pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan ditingkat desa dalam menyampaikan pengawasannya tidak selalu dilakukan dengan gerakan, tetapi lebih mengedepankan asas musyawarah dan kita menyampaikan secara beretika untuk menemui pemerintah daerah. Kita datang secara langsung tanpa ada gerakan aksi,” terangnya
Sementara Rizal Ali Korlap HIPPMMET menjelaskan pihaknya turun guna untuk menyuarakan dugaan penyalagunaan DD dan ADD Desa Metere.
“Terjadi pengurangan volume cakar ayam dalam RAB. Telah disepakati cakar ayam 12 biji namun realita yg ada dilapangan hanya 3 cakar ayam,” paparnya.
Selain itu, pengadaan pipa dalam RAB terlulis pipa SNl tapi realita yang ada dilapangan hanya pipa SDR dan Elbow HDPE dalam RAB sudah jelas semua Elbow baru tapi kenyataan yang ada di lapangan hanya bekas.
Reporter: Anto




