
Hugua
Kendari, Inilahsultra.com – Calon Wakil Gubernur Sultra Hugua menegaskan, salah satu program ke depan bila mereka terpilih di Pilgub Sultra 2018 adalah mengambil alih pengelolaan perusahaan daerah air minum (PDAM) di tingkat kabupaten atau kota ke tingkat provinsi.
Dari 17 kabupaten atau kota, kata Hugua, daerah dengan pengelolaan PDAM paling baik adalah Kota Kendari dan Muna. Sedangkan Kabupaten Wakatobi yang dipimpinnya sendiri dinilainya masih kurang baik.
“Kendari dan Muna sehat. Rata-rata daerah lain tidak sehat,” katanya beberapa waktu lalu.
Pengelolaan PDAM yang kurang sehat ini, menjadi alasan Hugua untuk menarik pengelolaan PDAM di tingkat provinsi.
“Yang sehat aman subsidi yang kurang sehat. Untuk itu kalau kami terpilih, maka akan kami bicara dengan bupati bahwa PDAM akan ditarik ke provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, Pemprov Sultra merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah. Nanti, lanjut dia, di tingkat kabupaten atau kota hanya akan jadi cabang.
“Tidak ada untungnya ini PDAM, rata-rata subsidi tiap tahun. Karena dia menguasai hajat hidup orang banyak, makabjangan cari banyak untung di situ,” katanya.
Selama ini, jumlah penduduk yang menggunakan jasa PDAM tidak sebanding dengan investasi yang dikeluarkan. Sehingga, kata dia, bila provinsi yang tangani, maka anggarannya langsung dari APBD Provinsi Sultra dan dimungkinkan disuport oleh APBN.
“Tidak akan dibebankan ke daerah. Paling tinggal bantu-bantu saja,” jelasnya.
Lantas seperti apa kemampuan provinsi menangani PDAM di 17 kabupaten atau kota di Sultra?
Hugua sesumbar bila pengelolaan PDAM diambil alih provinsi, maka ia menjamin dalam sehari setiap warga bisa menikmati 60 liter.
“Bahkan akan naik sampai 120 liter perhari per kepala keluarga,” jelasnya.
Namun demikian, rencana Hugua ini belum ada contoh diterapkan di daerah lain. Ia pun yakin bahwa pengelolaan PDAM seperti mengelola bandara.
“Tidak akan terbentur dengan investasi daerah.bIni kreatifitas pemikiran saya saja. Saya bangun sumber air bersih di Tomia di 12 desa. Desa yang tidak mampu, akan disubsidi yang mampu. Ini pengalaman saya di LSM,” pungkasnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




