
Kendari, Inilahsultra.com– Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kearifan lokal ini suatu kebenaran yang sudah mentradisi yang memiliki kandungan nilai kehidupan yang tinggi dan terus digali untuk dipertahankan, dikembangkan, serta dilestarikan.
Kepala Balitbang Sukanto Toding ditemui di Kendari, belum lama ini menjelaskan, kearifan lokal juga suatu pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan dalam beraktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka kita harus jaga, pertahankan, dan lestarikan kearifan lokal. Karena kearifan lokal banyak manfaatnya, salah satunya sebagai alat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan dapat digunakan sebagai sala satu daya tarik pariwisata,” kata Sukanto.
Sebenarnya kearifan lokal di Sultra banyak dimensinya, mulai dari sikap, pemikiran, kebiasaan yang harus dipelihara. Sebabnya, wilayah Sultra banyak yang berhubungan langsung dengan persoalan kelestarian sumber daya alam.
“Seperti yang kita miliki di Kabupaten Buton Utara dengan adanya beras organik, Koltim ada produk kakao dan Toronipa dengan pemeliharaan ikan hias. Kita akan dorong produk-produk unggulan tiap-tiap daerah untuk meningkatkan kearifan lokal dari berbagai produk sebagai identitas suatu daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya tanpa disadari kearifan lokal ini sering dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Namun masyarakat saat ini dengan perkembangan teknologi tidak mengetahui bahwa yang dilakukan ini merupakan kearifan lokal yang harus dipelihara.
“Salah satu kita lihat itu dalam kehidupan sehari-hari dengan kepunahan beberapa bahasa daerah masing-masing yang kita miliki. Padahal sebenarnya ini bentuk kekayaan kita dan identitas kita,” urainya.
Kearifan lokal ini sebenarnya, sambung dia, sangat bergantung kepada masyarakat. Agar dapat dilestarikan kembali kearifan lokal yang sempat ditinggalkan.
“Kita harapkan masyarakat dapat kembali memiliki pola pikir holistik agar sumberdaya alam dan lingkungan alam yang kita miliki dapat dipertahankan untuk dilestarikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya.
Reporter : Haerun
Editor : Aso




