Bendungan Pelosika Batal Dibangun, Ini Komentar Pj Gubernur Sultra

Teguh Setyabudi

Kendari, Inilahsultra.com – Rencana pembangunan Bendungan Pelosika batal terealisasi. Bersama 13 Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya tersebar di seluruh Indonesia, Jokowi telah mengumumkan mencoret nama proyek infrastruktur Sultra itu dari daftar program yang dibangun diperiode pemerintahannya.

Mengetahui kabar itu, Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia memaklumi kebijakan tersebut.

Kepala BPSDM Kemendagri itu mengatakan putusan final pemerintah pusat sudah melalui proses kajian mendalam.

-Advertisement-

“Pemerintah sudah mencermati perkembangan situasional di Sultra. Bendungan Pelosika dibatalkan sudah melalui proses kajian,” ujar Teguh.

Ada banyak pertimbangan mengapa pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekomian membatalkan proyek Bendungan Pelosika yang diestimasi membutuhkan anggaran Rp 3,9 Triliun.

“Itu terkait masalah yang timbul (dampak negatif, red). Kondisi masyarakat dan kondisi geografis,” ujarnya.

Untuk diketahui, jika Bendungan Pelosika jadi terlaksana belasan desa di dua kabupaten yang menjadi titik pembangunan waduk yakni Konawe dan Kolaka Timur terancam ditenggelamkan.

Di Kabupaten Konawe ada enam desa bakal jadi tumbal proyek Bendungan Pelosika. Diantaranya Desa Asinua Jaya, Desa Latoma, Desa Ambekaeri dan Desa Awua Jaya. Di delapan desa masuk di wilayah adninistrasi Kabupaten Kolaka Timur.  Salah satunya Desa Tawanga, Desa Sanggona, Desa Lalombai dan Desa Ahilulu.

Bulan lalu, PJ Gubernur Sultra melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe. Kunker ini bertujuan mengecek progres pembangunan dua PSN yang ditempatkan di Sultra yakni Bendungan Ladongi dan Bendungan Pelosika.

Sesuai laporan, Bendungan Ladongi  diperkirakan rampung di tahun 2019, setahun lebih cepat dari target. Sementara Bendungan Pelosika diketahui belum memasuki tahap action konstruksi.

Reporter : Siti Marlina

Editor      : Aso

Facebook Comments