
Baubau, Inilahsultra.com – Meski belum ada masyarakat yang terkena penyakit rabies, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terus menggalakkan peracunan atau eliminasi anjing liar.
“Peracunan anjing liar ini tujuannya untuk mengurangi populasi anjing liar dan menghindari penyakit rabies,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Lingkungan Dinas Pertanian Kota Baubau, Drh Jusriati, Senin 7 Mei 2018.
Metode peracunannya dengan memberikan umpan berupa ikan yang dibakar setengah matang, kemudian tulangnya dibuka dan dimasukkan racun. Waktu peracunannya selama lima hari yang dimulai sejak hari ini 7 Mei 2018.
“Tadi malam dimulai. Jam 10 malam disimpan umpan, kemudian jam 5 subuh dicek kembali umpan tadi apakah dimakan oleh anjing liar atau tidak. Jika tidak dimakan, maka akan diambil kembali karena jangan sampai akan dimakan oleh hewan lain dipagi harinya,” ujarnya.

Sejauh ini, tambah dia, belum ada masyarakat Baubau yang terkena rabies. Jika ada orang yang digigit anjing, orang tersebut langsung di bawah ke Puskesmas untuk diberikan vaksin rabies.
“Jadi peracunan anjing ini dilakukan empat kali dalam setahun. Kalau anjing peliharaan itu, biasanya kita beri vaksinasi rabies,” tambahnya.
Ia mengaku telah bersurat ke tiap kecamatan yang diteruskan ke kelurahan. Bagi yang memiliki anjing peliharaan segera diamankan agar tidak ikut teracuni.
“Kalau untuk jumlah anjing liar itu tergantung laporan warga. Jadi tidak menentu,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din




