Cegah Terorisme di Kelompok Masyarakat, Peran RT/RW Harus Dihidupkan

Muniarti M Ridwan

Kendari, Inilahsultra.com – Serangan teroris yang mengguncang Sultra akhir-akhir ini memicu ketakutan di kalangan masyarakat.

Terlebih, pelaku bom bunuh diri juga turut dilakukan perempuan dan anak.

-Advertisement-

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Muniarti M Ridwan mengaku, untuk mencegah terjadinya terorisme di lingkungan masyarakat, semua pihak harus terlibat. Termasuk mengembalikan fungsi RT dan RW di lingkungan masyarakat.

“Semua pihak harus dilibatkan. Mulai dari tingkat pusat sampai dengan RT dan RW. Di RT RW ini yang paling tahu kondisi masyarakatnya,” katanya, Senin 21 Mei 2018.

Terlibatnya perempuan dan anak dalam kasus terorisme harus menjadi catatan khusus. Sehingga perlunya peningkatan peran pemberdayaan perempuan dan kementerian agama, serta biro kesra di lingkungan masyarakat.

“Keterlibatan ibu dan anak dalam praktik bom bunuh diri merupakan masalah baru dalam lingkungan sosial kemasyarakatan,” katanya

Ia juga berharap aktivis perempuan dan pemerintah harus duduk bersama untuk mencarikan solusi permasalahan tersebut.

“Kira-kira apa penyebabnya. Ini harus diteliti bersama. Sebab, pelibatan anak ini sudah sangat miris dan ironis. Kok ibu tega mengajak anaknya untuk ikut bunuh diri,” jelasnya.

Ia menduga, praktik bunuh dengan melibatkan anak ini dimulai dari doktrin ayah terhadap ibu. Selanjutnya, ibu mempengaruhi anak untuk sama-sama melakukan bunuh diri.

“Ironis sekali dan sangat miris buat kita bagi seorang ibu. Anak dilibatkan begitu sangat kasian,” tuturnya.

Ia menyebut, banyak faktor yang menyebabkan seseorang terlibat dalam praktik terorisme. Yakni, pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan, dan pemahaman agama yang melenceng.

“Saya bukan ahli agama, tapi sepengetahuan saya bunuh diri itu bertentangan dengan agama kita,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments