
Pj Gubernur Sultra
Kendari, Inilahsultra.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Teguh Setyabudi memberikan klarifikasi atas sorotan pengacara LM bariun atas pengelolaan pertambangan oleh Pemprov Sultra.
LM Bariun sebelumnya menyoroti kebijakan Pj Gubernur Sultra yang membentuk tim sembilan dalam menyeleksi perusahaan rekanan sektor pertambangn yang bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Sultra.
Atas sorotan itu, Teguh memberikan enam poin pernyataan kepada Inilahsultra.com.
Menurutnya, tem 9 dibentuk melalui peraturan gubernur untuk bisa menemukan investor terbaik buat mengelola potensi pendapatan daerah ini.
Kenapa melibatkan tim 9 bukan penuh oleh BUMD?
“Di tim 9 ada direksi BUMD yang terlibat penuh,” katanya.
“Kemudian kenapa bukan BUMD penuh? Tentu kita tidak mau ada kongkalingkong disini, makanya kita melibatkan banyak pihak. Kemudian saya sebagai gubernur bertanggung jawab penuh dalam pemilihan investor karena gubernur yang akan ttd bukan dirut BUMD,” ujarnya.
Ia mengaku, melibatkan Direktur Pendapatan Kemendagri, karena lelang matarape ini isu potensi pendapatan daerah, isu legalitas badan hukum BUMD.
“Kita perlu pastikan bahwa semua aturan baik pusat dan daerah bisa sesuai,” jelasnya.
Ia melanjutkan, alasan tidak ditunda nanti saat pemimpin terpilih karena kalau gubernur tidak respon maka kesempatan ini akan diberikan oleh swasta murni dan hilang kesempatan BUMD mendapatkan kesempatan karena begitu aturan mainnya menurut UU Minerba dan Permen ESDM.
“Kenapa bukan lokal. Jawabnya kenapa tidak kalau memang ada lokal berkualitas. Tapi ini bukan hanya dituntut kemampuan tapi juga dituntut kemampuan finansial yang sangat besar,” jelasnya.
Ia menyebut, untuk membayar ke pemerintah blok Matarape dibutuhkan Rp 185 miliar cash. Belum investasi pembangunan smelter hilir ke hulu dengan total investasi puluhan triliun.
“Kenapa ada tim 9? Justru tim 9 ini membuat aturan main yang ketat dan sebaik mungkin. Sehingga jangan sampai blok Marape jadi bancakan. Hanya sekadar ingin menang tapi tidak pernah dibangun. Tim 9 akan buat aturan main yang memastikan kalau mereka tidak bangun kita putus kerjasamanya. Hal ini salah satu point rumusan tim 9,” tuturnya.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




