
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) pusat, Bibit Samad Rianto melantik Ketua GMPK Kabupaten Buton Dirmansyah. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Wakaka, Senin 23 Juli 2018.
Penetapan Dewan Pengurus Daerah Kabupaten Buton GMPK dihadiri Bupati Buton La Bakry, Wakapolres Buton Kompol Aldo Van Bulow SIK, Sekda Buton Laofe Dzilfar Djafar, para Asisten dan kepala SKPD.
“GMPK didirikan atas keprihatinan karena banyak kasus korupsi yang terjadi,” kata Ketua GMPK Buton Dirmansyah.
GMPK, kata dia, organisasi berhimpunnya kelompok yang akan memberikan bantuan bersama-sama agar bangsa Indonesia mampu bergerak maju tanpa korupsi. Kedepan, GMPK akan lebih fokus membantu Pemda mencegah korupsi dengan memberikan pendidikan anti korupsi disemua segmen masyarakat.
“GMPK Buton akan jadi mitra pemerintah akan bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan dan para kepala desa untuk memerangi korupsi,” ujarnya.
Ketua GMPK Sultra Waode Aulia Kudus berharap, pengurus yang baru dilantik dapat melaksanakan tugas di Buton sebagaimana sumpah yang sudah diucapkan.
“DPD GMPK yang terbentuk di Sultra sudah 14 dan besok di Konawe Selatan,” terangnya.
Tugas GMPK, kata dia, akan membantu dalam pemberantasan korupsi dengan melakukan pengawasan terhadap para kades, pimpinan daerah, kepala SKPD, termasuk para kontraktor yang bekerja tidak sesuai ketentuan.
“GMPK melakukan kegiatan anti korupsi. GMPK punya Link dengan KPK,” kata dia.
Ketua Umum GMPK Pusat Bibit Samad Rianto mengatakan, GMPK lahir atas gundahnya masyarakat dengan banyaknya kasus korupsi di Indonesia yang sudah menggurita.
“Korupsi sudah kronis,” kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.
Menurut dia, ada tiga unsur korupsi. Yakni menyalahgunakan wewenang, menyalahgunakan jabatan dengan berbuat curang, serta menerima gratifikasi dan merugikan keuangan negara.
Kata dia, prilaku korupsi sangat sulit dituntaskan. Pasalnya korupsi sudah dianggap kebiasaan.
“Dalam pengalaman saya, korupsi fenomena gunung es. Dimulai dengan adanya niat, peluang, kemampuan untuk melakukan korupsi dan kerjasama,” tuturnya.
Dia berharap, inspektorat bisa menjalankan tugas pengawasan dengan baik. Sehingga bisa mengembalikan integritas bangsa.
Bibit juga berpesan agar kedepan dalam pelaksanaan pemilihan calon anggota legislatif (Caleg) tidak akan ada yang melakukan money politik. Semua sudah ada aturan yang mengikat.
Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania
Editor: Din




