
Buranga, Inilahsultra.com – Ketua Ikatan Pemuda Pembaharu Buton Utara Kasno Awal Doi membeberkan ada yang tidak beres dalam proses pemberian dana investasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) ke Bank Sultra pada tahun 2018 ini senilai Rp 2,5 miliar. Pasalnya, dana sebesar itu tidak pernah disetujui DPRD Butur.
Menurut Kasno, dalam proses investasi, DPRD Butur hanya menyetujui anggaran sebesar Rp 1,5 miliar ke Bank Sultra.
“Tapi kenapa tiba-tiba menjadi Rp 2,5 miliar. Inikan tidak benar. DPRD Butur tidak pernah menyetujui hal itu,” bebernya kepada Inilahsultra.com, Senin 23 Juli 2018.
Kasno menegaskan, penambahan dana investasi ke Bank Sultra diduga sudah terjadi selama dua tahun, 2017 dan 2018. Polanya sama. Disetujui DPRD Butur Rp 1,5 miliar, namun dirubah menjadi Rp 2,5 miliar.
“Ini jelas pelanggaran hukum. Kami akan segera laporkan ke aparat penegak hukum,” tandasnya.
Selain Bank Sultra, lanjut Kasno, sebenarnya DPRD Butur juga menyetujui dana investasi sebesar Rp 1 Miliar ke Bank Bahteramas. Dana investasi itu sudah disetujui selama dua tahun terakhir. Namun Pemkab Butur justeru mencoret dana investas ke Bank Bahteramas.
Makanya, Kasno menilai, tindakan yang dilakukan Pemkab Butur merupakan sebuah pelanggaran hukum. Sehingga harus diusut tuntas.
Sementara, Ketua DPRD Butur Rukman Basri Zakariah mengakui telah menyetujui dana investasi tersebut. Namun, penambahan jumlah dari Rp 1,5 Miliar menjadi Rp 2,5 Miliar, itu tanpa sepengetahuan DPRD Butur.
“Kalau memang betul ditambah, itu pelanggaran. Silakan dilaporkan ke aparat penegak hukum supaya diproses,” tegasnya.
Bukan hanya itu, Rukman juga mengaku sangat menyayangkan jika benar terjadi penambahan anggaran dari apa yang sudah ditetapkan DPRD Butur.
“Itu sama saja tidak ada gunanya kita bahas anggaran. Karena biar kita sudah sepakati disini, dirubah juga di pemda,” tuturnya.
Jelasnya, kata Rukman, penambahan anggaran tersebut tidak pernah disampaikan ke DPRD Butur. Bahkan tidak pernah mengetahui jika ada penambahan dana investasi ke Bank Sultra.
Sementara, Kepala Badan Keuangan Daerah Butur, Tasir yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa 24 Juli 2018, enggan menanggapi hal itu.
Editor: Din




