
Wakatobi, Inilahsultra.com – Program Wakatobi Bersinar dengan menghadirkan tiga dokter spesialis pada setiap kecamatan tidak terealisasi. Padahal program itu merupakan unggulan pada pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Arhawi dan Ilmiati Daud.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi Muh. Ilyas Abibu mengatakan, sesuai Standar Operasional Prosedural (SOP), standarisasi pelayanan dokter ahli secara permanen hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Sementara untuk pelayanan kesehatan di Puskemas cukup dilakukan oleh dokter umum dan dokter gigi.
“Dokter ahli secara permanen harus di rumah sakit. Karena itu SOP. SOP di Puskesmas itu tidak ada dokter ahli cukup dokter umum dan dokter gigi,” kata Ilyas Abibu saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurut Ilyas, keterbatasan fasilitas yang dimiliki Puskesmes, menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam merealisasikan program tiga dokter spesialis setiap kecamatan.
“Tidak ada rontgen, tidak ada USG, tidak ada pemeriksaan laboratorium lengkap. Semua tidak ada disana. Sebab dokter ahli itu bisa berfungsi dengan optimal apabila di dukung dengan itu (peralatan, red). Kalau tidak ada, biar dia ahli seperti apa dia tidak akan bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Meski demikian, pelayanan kesehatan oleh dokter ahli masih bisa dirasakan masyarakat. Dokter spesialis itu, akan melakukan kunjungan setiap bulan di Puskesmas.
“Tinggal strateginya. Strateginya itu kunjungan, melaksanakan kunjungan, artinya dokter-dokter ahli yang dijanjikan itu melakukan kunjungan ke Puskesmas dalam rangka memberikan pelayanan setiap bulan,” kata Ilyas.
Disamping itu, lanjut Ilyas, agar tetap memberikan pelayanan dokter ahli kepada masyarakat khususnya di Pulau Tomia dan Binongko, Pemkab Wakatobi berencana membangun rumah sakit di Pulau Tomia.
“Minimal rumah sakit tipe D. Tahun 2019 kita akan dapat alokasi untuk pembangunan rumah sakit di Pulau Tomia. Paling tidak, akan melayani Binongko dan Tomia. Kaledupa akan dilayani disini (Wangiwangi),” tambahnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Muliadin menyebutkan, layanan dokter keliling sebagaimana dimaksud dilakukan delapan kali setiap tahun. Sedangkan untuk penempatan dokter spesialis hanya bisa dilakukan ditingkatan rujukan dalam hal ini RSUD Wakatobi.
“Puskemas itu pelayanan dasar. Dokter spesialis itu pelayanan rujukan, penempatannya di rumah sakit,” tutup Muliadin
Diketahui, program tiga dokter spesialis merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Arhawi-Ilmiati Daud pada Pilkada Wakatobi 2015 lalu.
Dalam visi misi disebutkan, program Kesehatan Bersinar yaitu layanan kesehatan tiga dokter spesialis (Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Tekanan Darah Tinggi dan Spesialis Kandungan) disetiap kecamatan.
Reporter: La Ode Samsuddin
Editor: Din




