
Kendari, Inilahsultra.com – Selain Tradisi Kansodaa, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Nadir mengatakan sederet even menarik lain disajikan selama penyelenggaraan Wakatobi Wave 2018.
Sebut saja Tari Kolosal yang menampilkan eskotisme putra putri Wakatobi berbalut pakaian tradisi adat suku-suku maritim di kepulauan tersebut.
Pawai Karnaval Budaya yang mempertontonkan inovasi busana-busana unik dengan ciri khas budaya maritim sebagai ikon Kabupaten Wakatobi.
Ada pula lomba panjat pinang, Tradisi Kabhanti, Fun Dive hingga pameran promosi produk lokal Wakatobi.
Meski kabupaten digawangi Bupati Arhawi itu sudah empat kali menghelat Wakatobi Wafe, ini adalah momen pertama gelaran event budaya Wakatobi berskala nasional dibuka langsung Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Tak pelak, banyak harapan diutarakan Nadir menyusul kehadiran orang nomor satu di Sultra tersebut.
“Apa yang tersaji adalah gambaran Wakatobi seutuhnya. Event ini mengangkat khasanah budaya maritim Wakatobi. Sebagai salah satu bagian Wonderful Indonesia, kita berharap ada dukungan penuh dari pusat dan pemerintah provinsi,” ungkap Nadir.

Kata dia, promosi pariwisata Wakatobi membutuhkan suport penuh pemerintah provinsi agar bisa berjalan maksimal.
“Transformasi yang telah dilakukan di daerah sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Apalagi Wakaotbu sudah Pembangunan infrastruktur pariwisata sangat penting menggenjot tingkat kunjungan wisatawan di Wakatobi. Termasuk lobi pusat agar ada keberpihakan pusat dalam hal prioritas anggaran di sektor pariwisata di Kabupaten Wakatobi,” ujar Nadir.
Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman




